Jakarta – Wuling Finance jadi salah satu perusahaan pembiayaan yang getol menerapkan teknologi digital dalam bisnisnya. Alan Wang, Chief Executive Officer PT. SGMW Multifinance Indonesia (Wuling Finance) mengungkapkan, teknologi saat ini sudah menjadi tulang punggung bagi perusahaan.
“Perusahaan kami sangat concern dengan pelayanan yang cepat dan fleksibilitas kepada para nasabah. Untuk mencapai hal tersebut, kami menjalankan roda perusahaan didukung penuh dengan tenaga pelaksana yang professional serta dukungan sistem IT teknologi canggih,” jelas Alan ketika diwawancarai oleh Infobank di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan pihaknya sudah menerapkan aplikasi Mobile Order untuk memproses aplikasi kredit. Survei nasabah juga sudah dilakukan secara digital melalui aplikasi Mobile Survey yang tersedia di telepon pintar.
Tidak hanya itu, Wuling Finance juga punya aplikasi Mobile Collection yang digunakan untuk penagihan. Sistem komputer perusahaan juga terintegrasi untuk bisa mengelola aset kredit yang ada.
Aditya Syahrizal Effendi, Chief Marketing Officer Wuling Finance menambahkan bahwa mayoritas proses bisnis perusahaan sudah didukung teknologi terkini, seperti e-signature dan face recognition. Sehingga, proses pengajuan kredit nasabah sudah dilakukan melalui elektronik channel.
Ke depan, Wuling Finance akan terus menerapkan sistem teknologi kerja terbaik yang sudah berjalan di China. Perusahaan menargetkan mampu melakukan proses persetujuan kredit dengan tingkat kualitas kredit yang sangat baik dalam hitungan menit. (*)
Editor: Rezkiana Np
PT Asuransi Central Asia (ACA) membayarkan klaim senilai USD 11,04 juta kepada PT PLN Batam,… Read More
Bank Mandiri secara konsolidasi berhasil mencatatkan kinerja solid di sepanjang 2025 tercermin dari penyaluran kredit… Read More
Jakarta – PT Bank CIMB Niaga Tbk membidik nilai transaksi hingga Rp45 miliar dalam penyelenggaraan Cathay… Read More
Poin Penting WHO mencatat 74 persen kematian global disebabkan penyakit tidak menular, dengan 17 juta… Read More
Poin Penting BSI membukukan laba bersih Rp7,57 triliun sepanjang 2025, naik 8,02 persen yoy, ditopang… Read More
Poin Penting Standard Chartered mendorong portofolio yang disiplin, terstruktur (core, tactical, opportunistic), dan terdiversifikasi lintas… Read More