Petugas penyelamat dan pemadam kebakaran memeriksa lokasi serangan rudal langsung yang diluncurkan dari Iran di Tel Aviv (Foto: AP)
Jakarta – Pemerintah Israel memperkirakan biaya kerusakan yang ditimbulkan akibat serangan rudal Iran ke wilayahnya sebesar 10 miliar shekel atau setara USD3 miliar.
“Biaya kerusakan yang ditimbulkan oleh serangan proyektil Iran terhadap Israel diperkirakan mencapai 10 miliar shekel ($3 miliar),” kata Direktur Jenderal Otoritas Pajak Israel Shay Aharonovich, dinukil Bloomberg, Senin, 30 Juni 2025.
Jumlah ini termasuk dana yang dibutuhkan untuk memperbaiki bangunan yang terkena rudal dan membayar kompensasi kepada bisnis lokal.
“Ini adalah tantangan terbesar yang pernah kami hadapi – belum pernah ada kerusakan sebesar ini dalam sejarah Israel,” jelasnya.
Baca juga: Harga Minyak Dunia Imbas Konflik Iran-Israel Ancam Kinerja APBN
Bloomberg sendiri mencatat, jumlah tersebut tidak termasuk biaya yang harus dikeluarkan Israel untuk mengganti senjata dan sistem pertahanan yang digunakan dalam operasi tersebut, yang kemungkinan akan membuat jumlah totalnya membengkak.
Diketahui, jumlah ini bukan angka akhir kerusakan yang terjadi selama eskalasi. Sebelumnya, Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich mengatakan, total biaya perang bisa mencapai USD12 miliar.
Sementara itu, Gubernur Bank Israel Amir Yaron menyebutkan angka sekitar setengah dari jumlah tersebut dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg TV.
Diketahui, perang sendiri bermula pada 13 Juni 2025. Di mana, Israel melancarkan operasi militer terhadap Iran. Kurang dari 24 jam kemudian, Iran membalas.
Baca juga: Dolar Melemah, Berita Gencatan Senjata Iran-Israel Dorong Rupiah Menguat
Sembilan hari kemudian, tepatnya 22 Juni 2025, jet AS menyerang tiga fasilitas nuklir Iran, yang menyebabkan konflik.
Lalu, malam berikutnya, Teheran melancarkan serangan rudal terhadap Al Udeid, pangkalan udara militer AS terbesar di kawasan tersebut, yang terletak di Qatar. Menurut otoritas AS, tidak ada korban jiwa atau kerusakan signifikan.
Menariknya, pada 24 Juni, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Israel dan Iran telah sepakat untuk melakukan gencatan senjata total.
Otoritas Israel mengonfirmasi bahwa mereka telah menerima usulan AS dan mengumumkan bahwa mereka telah menyelesaikan semua tujuan dalam operasi mereka terhadap Iran.
Sebagai balasannya, Teheran mengatakan bahwa mereka telah meraih kemenangan atas Tel Aviv dengan memaksanya menghentikan agresinya secara sepihak. (*)
Editor: Yulian Saputra
Pada ajang tersebut, CIMB Niaga meraih tiga penghargaan, masing-masing pada kategori Produk Wealth Management untuk… Read More
Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More
Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More
Poin Penting OJK mulai membuka informasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) di… Read More
Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More
Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More