Jakarta–Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal pekan ini (6/3) diprediksi akan mendapatkan sentimen positif dari global, sehingga akan menguntungkan laju rupiah untuk kembali ke zona hijaunya.
Demikian pernyataan tersebut seperti disampaikan oleh Analis PT Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta dalam risetnya, di Jakarta, Senin, 6 Maret 2017. Menurutnya, sentimen pelemahan dolar AS yang terjadi bisa menguntungkan kurs Asia hari ini.
Pernyataan Yellen yang memberikan sinyal kenaikan Fed Fund Rate dalam waktu dekat ini, seharusnya mendorong laju dolar AS menguat, namun pasar justru memperlihatkan dolar yang terkoreksi bersamaan dengan yield US Treasury.
“Koreksi dollar index bisa mencegah pelemahan rupiah yang lebih dalam walaupun volatilitas tinggi jangka pendek, sepertinya tidak terhindarkan,” ujarnya. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Page: 1 2
Poin Penting BSDE membukukan prapenjualan Rp10,04 triliun pada 2025, tumbuh 3 persen yoy dan melampaui… Read More
Oleh Ignasius Jonan, Bankir Senior, Menteri Perhubungan 2014-2016, dan Menteri ESDM 2016-2019 TAHUN 2026 diawali… Read More
Poin Penting IHSG dibuka flat melemah di level 8.122,01 pada perdagangan Selasa (4/2), dengan nilai… Read More
Poin Penting Rupiah melemah tipis pada awal perdagangan Rabu (4/2/2026), dibuka di level Rp16.762 per… Read More
Poin Penting Visa mencatat penyebutan “AI Agent” meningkat 477 persen, menandai masifnya pemanfaatan AI dalam… Read More
Poin Penting Harga emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian melanjutkan tren penurunan pada Rabu (4/2/2026),… Read More