Lebih lanjut dirinya menilai, laju dolar AS yang terkoreksi ini, kata dia, kemungkinan didorong oleh penguatan tajam mata uang Euro, sejalan dengan ekspektasi pertemuan Bank Sentral Eropa pada pertengahan pekan ini.
Kendati demikian, tambah dia, pelaku pasar diminta tetap harus waspada terhadap sentimen negatif yang diperkirakan datang dari Tiongkok yang menyatakan akan memangkas proyeksi pertumbuhan ekonominya, sehingga berdampak ke laju rupiah.
“Faktor global beberapa minggu ke depan cenderung akan mendominasi pegerakan aset berdenominasi rupiah, khususnya pertemuan beberapa bank sentral utama dunia,” ucapnya. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting Harga emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian melanjutkan tren penurunan pada Rabu (4/2/2026),… Read More
Poin Penting IHSG diprediksi bergerak variatif cenderung menguat dengan area support 7.715–7.920 dan resistance 8.325–8.530,… Read More
Poin Penting Rencana demutualisasi BEI yang ditargetkan rampung kuartal I 2026 dinilai terlalu agresif dan… Read More
Poin Penting DPR menilai konten digital berjudul sensasional menjadi pintu masuk masyarakat ke praktik judi… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya memproyeksikan anggaran program gentengisasi sekitar Rp1 triliun, bersumber dari dana cadangan… Read More
Poin Penting Bank BPD Bali mencatat laba bersih Rp1,10 triliun (tumbuh 25,39 persen yoy), aset… Read More