Poin Penting:
- BPS mengerahkan 116 ribu petugas untuk menjamin akurasi data dalam Sensus Ekonomi 2026.
- Sensus Ekonomi 2026 menjadi dasar perumusan kebijakan strategis berbasis data ekonomi terkini.
- Partisipasi pelaku usaha dan dukungan pemerintah menjadi kunci keberhasilan Sensus Ekonomi 2026.
Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mengerahkan 116 ribu petugas lapangan guna menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 yang akan digelar pada Mei hingga Agustus 2026 di seluruh Indonesia. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pendataan ekonomi nasional berjalan akurat dan komprehensif.
Wakil Kepala BPS RI, Sonny Harry B. Harmadi, menyatakan bahwa jumlah petugas yang besar menjadi kunci dalam memperoleh gambaran utuh mengenai kondisi ekonomi nasional melalui Sensus Ekonomi 2026.
“Kami melibatkan sekitar 116 ribu petugas di lapangan. Jumlah ini sangat penting bagi pembangunan Indonesia ke depan karena dari sana kita bisa mendapatkan gambaran lengkap tentang kondisi ekonomi, sektor apa yang mendominasi, hingga sebaran tenaga kerja,” kata Sonny Harry saat kunjungan kerja bersama Komisi X DPR RI di BPS Sulawesi Tenggara, Rabu, 1 April 2026.
Baca juga: Inflasi Maret 2026 Capai 0,41 Persen, Harga Ikan dan Daging Ayam Jadi Pemicu
Sensus Ekonomi 2026 Jadi Instrumen Strategis
Menurut Sonny, Sensus Ekonomi 2026 merupakan instrumen penting bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan strategis berbasis data. Hasil sensus akan mencerminkan kondisi terkini perekonomian nasional, sehingga dapat mendorong pertumbuhan yang lebih berkelanjutan.
“Sensus tersebut nantinya menyasar berbagai skala aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari usaha mikro kecil menengah (UMKM), hingga perusahaan besar,” ujarnya.
Dengan cakupan yang luas tersebut, Sensus Ekonomi 2026 diharapkan mampu memetakan struktur ekonomi nasional secara menyeluruh, termasuk kontribusi sektor usaha dan distribusi tenaga kerja di berbagai daerah.
Partisipasi Pelaku Usaha Jadi Kunci
BPS juga mengimbau masyarakat dan pelaku usaha untuk berpartisipasi aktif dalam Sensus Ekonomi 2026 dengan memberikan data yang benar dan jujur saat proses pendataan berlangsung. Partisipasi ini dinilai krusial untuk menghasilkan data yang valid dan dapat dipercaya.
Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi 5,44% Di Atas Ekspektasi dan Konsensus
Di sisi lain, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Kurniasih Mufidayati, menyatakan dukungannya terhadap kesiapan pelaksanaan sensus, baik dari sisi sumber daya manusia maupun sistem pendataan.
“Semua aspek sedang dalam proses penyiapan. Kami dari Komisi X juga akan terus mendorong dan mendukung pemenuhan anggaran agar pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 ini berjalan optimal,” kata Kurniasih.
Ia menambahkan, keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi fondasi penting bagi pemerintah dalam memetakan potensi ekonomi daerah sekaligus memperkuat struktur ekonomi nasional ke depan. (*)
Editor: Yulian Saputra










