Pegerakan pasar saham. (Foto: istimewa)
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini (29/10) ditutup melemah ke level 7.618,25 atau melemah 0,21 persen, setelah sebelumnya sempat menguat di level 7.666,43.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan IHSG hari ini, sebanyak 18,90 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 762 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp5,89 triliun.
Kemudian, tercatat terdapat 281 saham terkoreksi, sebanyak 271 saham menguat dan sebanyak 226 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: Simak! 3 Sentimen Berikut Bakal Pengaruhi Pasar Saham Pekan Ini
Meski begitu, mayoritas sektor turut mengalami penguatan, dengan sektor kesehatan naik 1,38 persen, sektor infrastruktur menguat 1,12 persen, sektor siklikal meningkat 0,71 persen dan sektor properti naik 0,69 persen.
Kemudian, sektor non-siklikal menguat 0,52 persen, sektor transportasi naik 0,39 persen, dan sektor teknologi meningkat 0,36 persen.
Sementara sektor sisanya melemah, dengan sektor industrial turun 0,94 persen, sektor energi melemah 0,72 persen, sektor keuangan merosot 0,64 persen, dan sektor bahan baku melemah 0,06 persen.
Baca juga: BEI Sebut Saham Sritex (SRIL) Penuhi Kriteria Delisting
Adapun, indeks-indeks bursa Asia mayoritas melemah, di mana Indonesia LQ45 Index Jakarta turun sebesar 0,40 persen, Straits Times Index Singapore turun 0,07 persen, dan Shanghai Composite Index Shanghai melemah 0,88 persen.
Sementara itu, Nikkei 225 Index Tokyo meningkat 0,68 persen dan Hang Seng Index Hong Kong menguat 0,42 persen. (*)
Editor: Galih Pratama
Oleh Rahma Gafmi, Guru Besar Universitas Airlangga TEPAT 8 Januari 2026 akhirnya pemerintah melakukan konferensi… Read More
Poin Penting OJK menyetujui pencabutan izin usaha pindar Maucash milik Astra secara sukarela, mengakhiri operasional… Read More
Poin Penting OJK membentuk Direktorat Pengawasan Perbankan Digital yang efektif sejak 1 Januari 2026 untuk… Read More
Poin Penting Infobank melalui birI memperbaiki perhitungan Loan at Risk (LAR) agar sesuai dengan ketentuan… Read More
Poin Penting OJK memproyeksikan kinerja perbankan tetap solid pada 2026, ditopang pertumbuhan kredit, DPK, kualitas… Read More
Oleh Junaedy Gani DARI waktu ke waktu muncul aspirasi tentang keberadaan sebuah Sovereign Wealth Fund… Read More