Poin Penting
- Perdagangan IHSG pagi ini sempat turun ke 6.112,77 sebelum menguat 0,07 persen ke level 6.134,65
- KISI memprediksi IHSG masih rawan melemah hingga support 6.050 akibat rebalancing MSCI dan pelemahan rupiah
- Sentimen positif datang dari bursa AS usai perpanjangan gencatan senjata AS-Iran menekan harga minyak.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan pagi ini pukul 9.00 WIB (29/5) bergerak dua arah, awalnya IHSG dibuka turun ke level 6.112,77, namun setelahnya menguat 0,07 persen naik pada posisi 6.134,65.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan pasar saham hari ini, sebanyak 1,42 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 79 ribu kali, serta total nilai transaksi mencapai Rp1,10 miliar.
Kemudian, tercatat terdapat 218 saham terkoreksi, sebanyak 203 saham menguat dan sebanyak 280 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: IHSG Rawan Terkoreksi, Analis Rekomendasikan Saham TLKM, EMAS hingga INTP
Sebelumnya, Investment Specialist Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI), Azharys Hardian, memproyeksi IHSG pada hari ini bergerak untuk menguji level support-nya di 6.050.
“IHSG berpotensi masih melemah karena efektif rebalancing MSCI, di satu sisi pelemahan rupiah masih berlanjut. IHSG support di level 6.050,” ucapnya dalam risetnya di Jakarta, 29 Mei 2026.
Dia melanjutkan, untuk saat ini beberapa sektor yang bisa dicermati antara lain sektor telekomunikasi dan sektor Fast-Moving Consumer Goods (FMCG).
Baca juga: FTSE Russell Depak 4 Saham Indonesia, Ini Daftarnya
Sementara dari bursa Amerika Serikat (AS) bergerak variatif pada perdagangan kemaren, dipicu sentimen geopolitik yang memberikan sinyal positif dari pelemahan harga minyak karena perpanjangan gencatan senjata antara AS dan Iran.
Sekadar informasi tambahan, IHSG pada perdagangan Selasa lalu (26/5) ditutup dengan melanjutkan pelemahannya ke posisi 6.130,19 atau turun 1,23 persen dari level 6.206,34. (*)
Editor: Galih Pratama


