Perbankan

Semester I 2025, Kredit Bank Mestika Tumbuh di Atas Industri dan Kualitas Tetap Terjaga

Jakarta – Kinerja kredit Bank Mestika Dharma (Bank Mestika) menunjukkan pencapaian membanggakan pada semester I 2025. Mengutip laporan keuangan Bank Mestika per Juni 2025, pada Rabu 30 Juli 2025, di tengah tantangan ekonomi dan dinamika pasar, bank ini berhasil mencatatkan pertumbuhan kredit (konsolidasi) sebesar 8,47 persen secara tahunan (year-on-year) menjadi Rp11,05 triliun. Capaian ini melampaui pertumbuhan kredit industri perbankan yang menurut OJK tumbuh 7,77 persen pada periode yang sama.

Lebih penting lagi, Bank Mestika mampu menjaga kualitas kreditnya dengan baik. Rasio kredit bermasalah (NPL) gross tercatat 1,53 persen dan NPL net 0,71 persen, jauh di bawah ambang batas aman 5 persen yang ditetapkan oleh regulator.

Pertumbuhan kredit yang sehat ini patut diapresiasi karena dicapai di tengah penurunan dana pihak ketiga (DPK) yang susut 4,28 persen menjadi Rp10,77 triliun. Penurunan DPK ini berbanding terbalik dengan kondisi industri yang justru mencatat pertumbuhan 6,96 persen secara tahunan.

Baca juga: KB Bank Catat Laba Bersih Rp373 Miliar, Fokus Menuju Profitabilitas Berkelanjutan

Tabel kinerja Bank Mestika per Juni 2025.

Meskipun demikian, Bank Mestika tetap mampu menyalurkan kredit dengan optimal, yang tercermin dari loan to deposit ratio (LDR) yang naik dari 94,44 persen menjadi 102,56 persen.

Dari sisi aset, Bank Mestika mencatatkan pertumbuhan moderat sebesar 1,52 persen secara tahunan menjadi Rp16,36 triliun. Peningkatan aset ini turut ditopang oleh kenaikan modal inti yang tumbuh 9,72 persen menjadi Rp5,27 triliun.

Rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) pun tetap kuat di level 46,43 persen, jauh di atas ketentuan minimum yang disyaratkan regulator, menandakan kapasitas permodalan yang sangat memadai.

Lebih jauh, kinerja rasio keuangan lainnya dari Bank Mestika sedikit menunjukkan tekanan, terutama pada profitabilitas. Return on assets (ROA) turun menjadi 2,17 persen dari sebelumnya 2,6 persen, sedangkan return on equity (ROE) menurun ke 5,32 persen dari 6,66 persen.

Beban operasional juga meningkat 13,37 persen menjadi Rp290,19 miliar, yang turut mendorong rasio BOPO naik menjadi 73,20 persen. Meski begitu, angka BOPO ini masih dalam batas ideal karena belum melewati ambang maksimal 85 persen.

Laba bersih Bank Mestika tercatat turun signifikan sebesar 52,01 persen menjadi Rp138,52 miliar per Juni 2025. Penurunan ini terjadi meskipun pendapatan bunga naik 3,40 persen menjadi Rp621,81 miliar.

Namun, kenaikan beban bunga yang mencapai 13,12 persen serta peningkatan beban operasional membuat pertumbuhan pendapatan bunga bersih hanya sebesar 0,52 persen.

Baca juga: Ditopang Faktor Ini, Laba Bank Banten Melonjak 76,97 Persen Jadi Rp6,30 M di Juni 2025

Penurunan net interest margin (NIM) dari 6,41 persen menjadi 5,99 persen juga menjadi sinyal tekanan pada efisiensi intermediasi.

Kendati laba menurun, Bank Mestika yang dipimpin oleh Presiden Direktur Achmad S. Kartasasmita tetap menunjukkan fundamental yang kuat, khususnya dalam hal ekspansi kredit yang sehat dan pengelolaan risiko yang baik.

Dengan strategi intermediasi yang tetap solid dan kualitas kredit yang terjaga, Bank Mestika tetap layak mendapat apresiasi sebagai salah satu bank yang mampu menjaga kinerja di tengah dinamika industri. (*) Ari Nugroho

Galih Pratama

Recent Posts

Kredit Macet, Bisnis Gagal atau Niat Jahat? OJK Harus Berada di Depan Bank

Oleh Eko B. Supriyanto, Chairman Infobank Media Group KREDIT macet dalam perbankan bukan sekadar angka… Read More

9 hours ago

KPK Mencari “Pepesan Kosong” Dana Non Budgeter-Iklan Bank BJB, Terus Berputar-putar “Dikaitkan” Ridwan Kamil-Aura Kasih

Oleh Tim Infobank DI sebuah ruang pemeriksaan di Mapolda Jawa Barat, udara tak hanya berdebu… Read More

9 hours ago

BSI Gandeng Kadin Dorong UMKM Naik Kelas

Poin Penting BSI menggandeng Kadin untuk mendorong UMKM lokal naik kelas melalui sinergi pembiayaan, pembinaan,… Read More

9 hours ago

Bos Danantara Bantah Isu Perombakan Direksi Himbara

Poin Penting CEO Danantara Rosan Roeslani menegaskan hingga saat ini tidak ada pembahasan terkait rencana… Read More

15 hours ago

Purbaya Yakin IHSG Senin Pekan Depan Dibuka Tanpa Gejolak

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa meyakini pembukaan IHSG pekan depan tidak terganggu meski sejumlah… Read More

15 hours ago

OJK–BEI Siap Berunding dengan MSCI Senin (2/2), Transparansi Free Float Jadi Fokus

Poin Penting BEI dan OJK dijadwalkan bertemu MSCI secara daring pada 2 Februari 2026 untuk… Read More

15 hours ago