Semarang Dinobatkan Sebagai Kota Terbaik dalam Penerapan SDGs

Semarang Dinobatkan Sebagai Kota Terbaik dalam Penerapan SDGs

Semarang Dinobatkan Sebagai Kota Terbaik dalam Penerapan SDGs
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on email
Share on linkedin

Jakarta – Kota Semarang dinobatkan menjadi pemenang terbaik 1 dalam program Integrated-Sustainability Indonesia Movement (I-SIM) for Cities yang digelar PT Surveyor Indonesia bersama dengan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) dan didukung oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Kemendagri, Biro Pusat Statistik, serta GRI (Global Reporting Initiatives).

Berdasarkan hasil penjurian dari 74 kota yang mengikuti program I-SIM for cities, Kota Semarang unggul dan keluar sebagai Pemenang Terbaik I, diikuti Tebing Tinggi sebagai Pemenang Terbaik II, dan Salatiga sebagai Pemenang Terbaik III.

Pemenang Harapan I Manado, Pemenang Harapan II Blitar, dan Pemenang Harapan III adalah Parepare. Penyerahan penghargaan untuk para pemenang I-SIM for Cities 2022 dilakukan bersamaan dengan Indonesia’s SDGs Action Awards pada pembukaan Indonesia’s SDGs Annual Conference 2022 di Hotel Sultan, Jakarta.

Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti, mengatakan bahwa kegiatan-kegiatan terkait SDGs adalah kegiatan yang membuat masyarakat sejahtera tapi tidak melupakan terkait iklim dan menyangkut bagaimana ke depannya untuk lingkungan hidup. “Hal ini tentu saja merupakan kerja keras yang memberikan semangat motivasi untuk tahun-tahun mendatang agar kami bisa lebih baik, lebih hebat,” ujarnya, 6 Desember 2022.

Dari hasil penilaian data dan dokumen isian, Kota Semarang terpilih sebagai salah satu dari 15 besar kota terbaik, dan selanjutnya melakukan pemaparan inovasi unggulan pada tanggal 22 Desember 2022. Inovasi unggulan yang disampaikan adalah Kampung Tematik sebagai inovasi untuk mendukung dan meningkatkan capaian SDGs/TPB di Kota Semarang.

Hevearita menerima langsung penghargaan dalam SDGs Annual Conference 2022 yang mengusung tema “Mendorong Aksi Ekonomi Hijau untuk Mencapai SDGs”. Merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah untuk mendorong Ekonomi Hijau dalam pencapaian SDGs di 2030.

“Aksi nyata dari saudara semua dan kerja sama semua pihak sangat diperlukan untuk akselerasi, terutama yang didukung dengan penguatan kerangka regulasi melalui Perpres SDGs Nomor 111 Tahun 2022, serta pengarusutamaan dalam RPJMN maupun RPJPN,” tegas Menteri PPN/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa.

Direktur Utama PT Surveyor Indonesia, M. Haris Witjaksono mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pemerintah kota yang telah mengikuti setiap tahapan dari proses awarding I-SIM for Cities.

“Salah satu tahapan dari proses program ISIM for Cities untuk kali pertama ini diikuti oleh 74 Kota secara voluntary,” ujarnya.

Haris menambahkan, berkaca pada proses yang telah dijalani, maka tanggung jawab capaian SDG’s tidaklah hanya bertumpu pada program yang diselenggarakan oleh pemerintah, namun perlu peran serta stakeholder pada tingkat tapak untuk membangun kolaborasi yang baik agar terjadi akselerasi pencapaian setiap indikatornya.

Staf Ahli Bappenas Bidang Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan dan Kepala Sekretariat Nasional SDGs, Vivi Yulaswati mengatakan, program Integrated-Sustainability Indonesia Movement ini tentunya berbasis data yang tidak hanya fokus pada satu atau dua goals, tetapi juga berbicara keterkaitan antar goals SDGs dan dampaknya.

“Jadi tentunya ini merupakan bagian dari pembelajaran untuk kota-kota dan mungkin nanti akan berkembang ke daerah-daerah lainnya supaya bisa membangun data yang lebih baik, kita bisa mengukur dan menjadi pembuktian ketercapaian dari SDGs di masing-maisng kota dan tentunya Indonesia,” imbuhnya. (*)

Related Posts

No Content Available

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita Pilihan

Segera Daftarkan Diri Anda Menjadi Kontributor di

Silahkan isi Form di bawah ini

[ultimatemember form_id=”1287″]