Anggota Komisi VIII DPR RI, Achmad, saat peninjauan ke Sekolah Rakyat Sentra Terpadu Pangudi Luhur, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (11/07/2025). (Foto : DPR)
Jakarta – Anggota Komisi VIII DPR RI, Achmad mengungkapkan, pihaknya menilai fasilitas sarana dan prasarana Sekolah Rakyat telah memenuhi standar pendidikan modern.
Hal tersebut disampaikan usai melakukan kunjungan langsung ke lokasi Sekolah Rakyat di Kabupaten Bekasi, yang menjadi salah satu dari 13 titik pelaksanaan program di Provinsi Jawa Barat.
“Kami dari Komisi VIII datang langsung untuk melihat kondisi di lapangan, dan saya bisa katakan bahwa fasilitas dan persiapan Sekolah Rakyat ini sangat luar biasa,” katanya, dikutip laman dpr.go.id, Senis, 14 Juli 2025.
“Meskipun gedung yang digunakan sebelumnya adalah bekas fasilitas lain, namun kini telah direnovasi secara optimal menjadi ruang belajar yang representatif,” tambahnya.
Ia menyebut, Sekolah Rakyat bisa menjadi model percontohan nasional untuk pendidikan masa depan, terutama dalam konteks boarding school yang fokus pada pendidikan karakter dan pembinaan intensif.
Baca juga: Prabowo Janji Bangun 100 Sekolah Berasrama Setiap Tahun untuk Anak Kurang Mampu
Dengan ini, Legislator dapil Riau I, juga mengapresiasi pendekatan inklusif dalam seleksi peserta didik. Ia menekankan bahwa Sekolah Rakyat tidak menolak anak-anak hanya karena faktor kesehatan.
“Tadi dijelaskan oleh Sekjen Kemensos, bahwa anak-anak tidak boleh ditolak hanya karena sakit atau kurang gizi. Justru mereka akan disembuhkan dulu, diberi terapi, makanan bergizi, dan pendampingan kesehatan,” jelasnya.
Menurutnya, kebijakan ini membuktikan bahwa Sekolah Rakyat memang ditujukan untuk memutus rantai kemiskinan secara menyeluruh, termasuk dari aspek kesehatan generasi.
Ia juga menekankan bahwa selain memberi akses pendidikan gratis hingga 12 tahun, Sekolah Rakyat juga menanamkan pendidikan karakter dan akhlak melalui sistem berasrama.
Baca juga: Prabowo Janji Bangun 100 Sekolah Berasrama Setiap Tahun untuk Anak Kurang Mampu
“Anak-anak ini 24 jam dibina, diawasi, dan didampingi secara intensif. Ini bukan sekadar mendidik secara akademik, tapi membentuk jati diri dan karakter sebagai warga negara Indonesia yang Pancasilais dan berintegritas,” ujarnya.
Dengan begitu kami berharap program Sekolah Rakyat benar-benar dapat menjadi alat transformasi sosial, dari generasi orang tua yang hidup dalam kemiskinan menuju generasi anak yang cerdas, sehat, dan berdaya saing tinggi.
“Inilah wujud nyata dari visi besar Presiden kita dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan berkualitas. Dengan dukungan SDM yang kuat dan fasilitas yang lengkap, saya optimistis Sekolah Rakyat akan jadi game-changer di dunia pendidikan kita,” pungkasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting IHSG dibuka menguat 0,28% ke level 8.633,34 dengan nilai transaksi Rp633,57 miliar. Phintraco… Read More
Poin Penting Rupiah dibuka menguat 0,02% ke level Rp16.746 per dolar AS seiring sentimen risk-on… Read More
Poin Penting IHSG diprediksi variatif cenderung melemah, dengan support 8.443–8.521 dan resistance 8.696–8.776 menurut CGS.… Read More
Oleh Cyrillus Harinowo, Komisaris Independen Bank Central Asia PAGI itu saya melakukan kunjungan ke Kawasan… Read More
Poin Penting Bank Mandiri merombak jajaran Dewan Komisaris melalui RUPSLB 19 Desember 2025 dengan menunjuk… Read More
Poin Penting Modal asing masuk Rp0,24 triliun ke Indonesia pada pekan ketiga Desember 2025, terutama… Read More