News Update

Segini Kekayaan Dirut Inhutani V Dicky Yuana Rady yang Terjaring OTT KPK

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Direktur Utama (Dirut) PT Inhutani V Dicky Yuana Rady sebagai tersangka usai terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Jakarta, Kamis (14/8).

Ia terjaring OTT terkait dengan kasus dugaan suap pengurusan izin pemanfaatan kawasan hutan, Rabu (13/8).

“KPK menaikkan perkara ini ke tahap penyidikan dengan menetapkan 3 orang sebagai tersangka, pertama, DIC (Dicky Yuana Rady) Direktur Utama PT Inhutani V,” ujar Asep Guntur Rahayu, Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK di Gedung Merah Putih, Jakarta, dikutip Jumat (15/8).

Baca juga: Wow! Segini Kekayaan Bupati Pati Sudewo yang Ogah Mundur Meski Didemo Warga

Tak hanya Dicky, KPK juga menetapkan dua tersangka lain yakni Djunaidi selaku Direktur PT Paramitra Mulia Langgeng (PT PML), dan Aditya selaku staf perizinan SB Grup.

Dalam kasus tersebut, Tim KPK mengamankan sejumlah barang bukti, berupa uang tunai senilai 189.000 Dollar Singapura atau sekitar Rp2,4 miliar, uang tunai senilai Rp8,5 juta, 1 unit mobil RUBICON di rumah Dicky, serta 1 unit mobil Pajero milik Dicky di rumah Aditya.

Diketahui, PT Inhutani V merupakan anak perusahaan dari Perum Perhutani, salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di sektor kehutanan.

Kekayaan Dicky Yuana Rady

Dinukil Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Dicky memiliki kekayaan senilai Rp4.752.500.000.

Sumber kekayaan terbesarnya bersal dari aset tanah dan bangunan yang tersebar di sejumlah wilayah Tanah Air. Ada juga aset transportasi dan mesin, serta lainnya.

Baca juga: Intip Kekayaan Bobby Rasyidin, Dirut Baru KAI

Berikut Rincian Kekayaan Dicky Yuana Rady

  1. Tanah dan Bangunan

    – Tanah seluas 528 m2 di Kab / Kota Bandung, Rp2.000.000.000
    – Tanah dan Bangunan seluas 427 m2/150 m2 di Kab/Kota Bojonegoro, Rp 400.000.000
    – Bangunan seluas 36 m2 di Kab / Kota Semarang, Rp7.500.000
  2. Alat Transportasi dan Mesin

    – Mobil, Honda Accord Sedan Tahun 2011, Rp225.000.000
    – Mobil, Honda Jazz Tahun 2017, Rp 205.000.000
  3. Harta bergerak lainnya, Rp 415.000.000
  4. Kas dan setara kas, Rp1.500.000.000. (*)

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Recent Posts

AAUI Ungkap Penyebab Premi Asuransi Umum Hanya Tumbuh 4,8 Persen di 2025

Poin Penting Asosiasi Asuransi Umum Indonesia mencatat premi asuransi umum 2025 hanya naik 4,8% menjadi… Read More

7 hours ago

Total Klaim Asuransi Umum Naik 4,1 Persen Jadi Rp48,96 Miliar di 2025

Poin Penting Klaim dibayar asuransi umum 2025 naik 4,1 persen menjadi Rp48,96 miliar; lonjakan tertinggi… Read More

8 hours ago

Indonesia Diminta jadi Wakil Komandan Misi Gaza, Ini Pernyataan Prabowo

Poin Penting Presiden Prabowo Subianto menegaskan dukungan Indonesia terhadap perdamaian berkelanjutan di Palestina dengan solusi… Read More

10 hours ago

IHSG Ditutup di Zona Merah, Top Losers: Saham DGWG, SGRO, dan HMSP

Poin Penting IHSG ditutup turun 0,03 persen ke 8.271,76. Sebanyak 381 saham terkoreksi, 267 menguat,… Read More

11 hours ago

Pendapatan Premi Asuransi Umum Tumbuh 4,8 Persen Jadi Rp112,81 Miliar pada 2025

Poin Penting Pendapatan premi asuransi umum sepanjang 2025 naik 4,8% menjadi Rp112,81 miliar. Lini dengan… Read More

11 hours ago

Ekonom Permata Bank Proyeksi Kredit Perbankan Tumbuh 10 Persen di 2026

Poin Penting Permata Institute for Economic Research (PIER) memproyeksikan kredit perbankan tumbuh sekitar 10 persen… Read More

11 hours ago