Moneter dan Fiskal

Segini Biaya yang Dipakai Pemerintah Untuk Pengendalian Inflasi

Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyebutkan realisasi belanja Kementerian/Lembaga (K/L) untuk mendukung pengendalian inflasi hingga Juli 2023 tercatat Rp47,03 triliun atau 37,12 persen dari total Pagu senilai Rp126,68 triliun.

“K/L yang telah merealisasikan anggaran dalam budget pengendalian inflasi antara lain Kementerian Sosial, Kementerian SDM dan Kementerian Perhubungan,” kata Airlangga dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi 2023, dikutip 1 September 2023.

Baca juga: Inflasi Akan Turun ke 3 Persen di Akhir 2023, Ini yang Dilakukan BI

Hal ini, tambahnya, sesuai dengan Permendagri bahwa, Pemerintah Daerah (Pemda) juga diamanatkan mengalokasikan APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) untuk pengendalian inflasi untuk menggunakan belanja tak terduga untuk pengendalian harga barang dan jasa yang menjadi kebutuhan masyarakat.

Dalam pengendalian inflasi, Pemerintah juga berkerjasama dalam perdagangan antar daerah, yang dilaporkan bahwa tahun 2023 tercatat 171 daerah yang saling bersinergi.

Kemudian, keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, dan kelancaran distribusi barang juga menjadi penting disertai dengan kebijakan fiskal moneter. Ini memastikan inflasi terkendali dalam rentang sasaran dan salah satu yang telah diupayakan yaitu penguatan cadangan beras.

“Utamanya beras dan stabilisasi pasokan dan harga pangan dan pemerintah memberikan bantuan beras Maret sampai Juni untuk 21,3 juta KPM dan sebesar 10 kg per KPM. Tentunya program ini akan dilanjutkan dan kami mohon arahan presiden,” pungkasnya.

Baca juga: Ini Alasan Jokowi Inflasi Bakal Terjaga 2,8% di 2024

Selain itu, integrasi hulu ke hilir, serta pemanfaatan teknologi dan data secara akurat dan secara online melalui sistem pemantauan pasar serta kebutuhan pokok perlu dilakukan untuk mengendalikan inflasi di berbagai daerah. (*)

Editor: Rezkiana Nisaputra

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Prabowo Genjot Bedah Rumah 400 Ribu Unit, Sasar Seluruh Daerah

Poin Penting Program bedah rumah target 400 ribu unit pada 2026. Dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota… Read More

3 hours ago

Negara Rugi Rp25 Triliun dari Rokok Ilegal, Program Prioritas Terancam

Poin Penting Rokok ilegal merugikan negara hingga Rp25 triliun per tahun Peredaran meningkat, capai 10,8%… Read More

3 hours ago

CIMB Niaga Luncurkan OCTOBIZ untuk Permudah Pengelolaan Transaksi Bisnis

OCTOBIZ merupakan platform digital banking terintegrasi yang dirancang untuk membantu para pelaku usaha dalam mengelola… Read More

4 hours ago

DPR Soroti Harga BBM, Pemerintah Klaim Siap Hadapi Lonjakan Minyak Dunia

Poin Penting Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun meminta pemerintah transparan soal kesiapan fiskal… Read More

4 hours ago

Wamen Bima Arya Tegaskan Aturan Main WFH ASN, Pelayanan Publik Tak Boleh Kendur

Poin Penting Pemerintah memastikan kebijakan WFH diterapkan tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Sektor layanan… Read More

5 hours ago

OJK dan BEI Terapkan Kebijakan HSC, Berikut Penjelasannya

Poin Penting OJK terapkan kebijakan HSC untuk mengidentifikasi konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi pada kelompok… Read More

7 hours ago