Jakarta – Perkembangan olahraga digital atau E-Sports Indonesia tercatat sangat pesat pada beberapa tahun ke belakang. Dengan jumlah pemain yang besar dan pasar yang luas, tidak mustahil apabila industri e-sports bisa menjadi salah satu pilar ekonomi Indonesia yang baru di bidang digital.
Ketua Umum Indonesia Esport Association (IESPA) Ibnu Riza Pradipto Widoyo mengungkapkan, Indonesia saat ini menjadi salah satu pasar E-sports terbesar di Asia Tenggara. Selain itu, para atlet E-sports dalam 4 tahun terakhir Indonesia sudah menyumbang beberapa prestasi yang mendunia.
“Ada 80 juta orang active gamers di Indonesia. Ini menandakan kita adalah market terbesar di South East Asia. Sangat mungkin industri e-sports ini menjadi pilar ekonomi kreatif Indonesia,” ujar Ibnu pada paparannya, Jumat, 21 Januari 2022.
Ibnu menambahkan, perkembangan ini juga tidak lepas dari dukungan pemerintah yang melihat potensi dari industri E-Sports. Ia mengaku bahwa pihaknya telah menerima banyak dukungan baik dari Presiden maupun lintas Kementerian, seperti Kemenpora, Kominfo, Kemenparekraf, dan Kemendikbud Ristek.
Sebagai informasi, Indonesia saat ini menjadi negara pendorong utama pertumbuhan E-Sports di Asia Tenggara. Dari 270 juta gamers Asia Tenggara di 2021, Indonesia berkontribusi sebanyak 43% atau kurang lebih sebanyak 130 juta. Adapun industri E-Sports Indonesia juga menyumbang pendapatan sebesar US$2,8 miliar. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting OJK menilai penurunan kinerja bank Himbara bersifat siklikal akibat faktor global dan pelemahan… Read More
Poin Penting Tugu Insurance menjalankan program Tugu Green Journey dengan mendaur ulang 1,7 ton limbah… Read More
Poin Penting Kemnaker masih menyelidiki dugaan PHK sekitar 400 pekerja PT Karunia Alam Segar, produsen… Read More
Poin Penting CIMB Niaga mencatat laba bersih Rp6,93 triliun pada 2025, tumbuh tipis 0,53% secara… Read More
Poin Penting OJK dan Pemerintah Inggris Raya membentuk Kelompok Kerja Pembiayaan Iklimuntuk mempercepat pembiayaan iklim… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 1,04 persen ke level 8.235,26 akibat sentimen negatif dari kebijakan… Read More