Ilustrasi bankir perbankan. (Foto: Budi Urtadi)
Jakarta–Untuk dapat menjalani bisnis trade finance, perbankan membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengaku, sejauh ini permasalahan SDM masih menjadi tantangan bagi bank dalam menjalankan bisnis itu.
Namun demikian, OJK menilai, perbankan Indonesia dianggap belum banyak memiliki praktisi yang andal di bidang tersebut. Menurut Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D. Hadad, hal ini tercermin pada masih rendahnya jumlah bankir di Indonesia yang bersertifikat.
“Masalah SDM menjadi penting dan perhatian utama. Kalau kita fokus ke persoalan SDM, seperti data yang ada masih sangat sedikit Sertificate Bankers, tadi saya dapat angka baru sekitar 300 bankir,” ujarnya di Jakarta, Rabu, 5 April 2017. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Poin Penting BRI Life menghadirkan asuransi digital MODI-MOtraveling untuk melindungi pemudik Lebaran 2026 dari risiko… Read More
Poin Penting Bank Indonesia membeli Surat Berharga Negara (SBN) Rp86,16 triliun hingga 16 Maret 2026,… Read More
Poin Penting BI menegaskan tidak membatasi transaksi valuta asing, tetapi memperketat kewajiban dokumen underlying untuk… Read More
Poin Penting Bank Indonesia menyalurkan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) Rp427,1 triliun ke perbankan hingga minggu… Read More
Poin Penting Bank Negara Indonesia (BNI) memberangkatkan lebih dari 7.000 pemudik dalam Program Mudik Gratis… Read More
Poin Penting Bank Raya memastikan layanan digital tetap optimal selama libur Hari Raya Nyepi 2026… Read More