Sementara berdasarkan data ICC Indonesia, hanya terdapat 270 SDM di Indonesia yang memegang sertifikasi internasional di bidang Trade and Guarantee. Indonesia bahkan kalan dengan China dan India, yang memiliki lebih dari 7.000 orang pemegang sertifikat tersebut.
Padahal, bila dilihat secara pertumbuhan ekonomi, bahwa para bankir di Indonesia semestinya bisa menyamai atau mendekati dua negara tersebut. Dengan pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen, Indonesia membutuhkan bisnis trade finance sebagai penopang.
“Makanya pertemuan seperti ICC Banking Commission Annual Meeting ini menjadi penting. Bagaiman ada keterampilan khusus untuk trade finance. Ini penting untuk permudah akses kita, karena akses jadi sulit karena value change tadi,” ucap Muliaman. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Poin Penting IHSG melonjak 4,42% ke level 7.279, dengan mayoritas saham (623) ditutup menguat. Seluruh… Read More
Poin Penting: Biaya haji 2026 terancam naik signifikan akibat kenaikan harga avtur, asuransi, dan tekanan… Read More
Poin Penting Ancaman siber makin kompleks dan canggih (APT, AI, eksploitasi mobile), berdampak pada operasional,… Read More
Poin Penting SIPF belum memiliki payung hukum kuat, karena belum diatur dalam undang-undang meski risiko… Read More
Poin Penting Konflik Timteng memicu risiko gangguan infrastruktur digital global, termasuk data center dan jaringan… Read More
Poin Penting Kebocoran data masih terjadi karena penggunaan banyak tools keamanan yang tidak terintegrasi (silo),… Read More