Ilustrasi bankir perbankan. (Foto: Budi Urtadi)
Jakarta–Untuk dapat menjalani bisnis trade finance, perbankan membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengaku, sejauh ini permasalahan SDM masih menjadi tantangan bagi bank dalam menjalankan bisnis itu.
Namun demikian, OJK menilai, perbankan Indonesia dianggap belum banyak memiliki praktisi yang andal di bidang tersebut. Menurut Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D. Hadad, hal ini tercermin pada masih rendahnya jumlah bankir di Indonesia yang bersertifikat.
“Masalah SDM menjadi penting dan perhatian utama. Kalau kita fokus ke persoalan SDM, seperti data yang ada masih sangat sedikit Sertificate Bankers, tadi saya dapat angka baru sekitar 300 bankir,” ujarnya di Jakarta, Rabu, 5 April 2017. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Poin Penting BSI membukukan laba bersih Rp7,57 triliun sepanjang 2025, naik 8,02 persen yoy, ditopang… Read More
Poin Penting Standard Chartered mendorong portofolio yang disiplin, terstruktur (core, tactical, opportunistic), dan terdiversifikasi lintas… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo melantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan, menggantikan Thomas Djiwandono yang… Read More
Poin Penting IHSG lanjut melemah tajam – Pada sesi I (6/2), IHSG ditutup turun 2,83%… Read More
Poin Penting Moody’s menurunkan outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif, namun mempertahankan sovereign credit rating… Read More
Poin Penting Penurunan outlook dari stabil ke negatif dinilai Celios sebagai peringatan terhadap arah kebijakan… Read More