Jakarta – Wuling Finance menjadi salah satu perusahaan pembiayaan yang mampu mencatatkan pertumbuhan kuat hingga Semester I 2021. Chief Executive Officer PT. SGMW Multifinance Indonesia (Wuling Finance) Alan Wang mengakui performa perseroan tidak bisa lepas dari kontribusi Sumber Daya Manusia (SDM) yang ahli dan terampil.
“Bagi saya dan rekan-rekan di industri ini, SDM dan kualitas mereka adalah kunci pertumbuhan bisnis kami. Jika kami bisa mengakselerasi bisnis di tengah tantangan pandemi, SDM-SDM kami adalah fondasi dari kesuksesan tersebut,” tegas Alan dalam webinar yang diselenggarakan Infobank dengan tema Assets Recovery Strategy During Pandemic; Posisi Debt Collector di Mata Hukum & Sosial, Senin, 26 Juli 2021.
Melihat pentingnya peran SDM, Wuling Finance berkomitmen untuk terus mengembangkan kualitas para karyawannya. Dengan SDM yang ahli, bisnis perusahaan pembiayaan akan bisa tetap eksis dan bertahan di tengah pandemi.
Lebih jauh, Alan mengungkapkan, bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi salah satu yang tercepat di dunia yang didukung dengan populasi besar. Dukungan dari sisi regulator pun juga semakin banyak dan mudah. Kedua alasan ini menjadi faktor pendorong kuat pertumbuhan industri otomotif dan tentunya pembiayaan otomotif.
Ia optimis Wuling Finance masih bisa tumbuh lebih baik lagi. Melalui strategi bisnis yang tepat dan SDM yang kuat, kinerja perseroan bisa terus dipertahankan. (*)
Editor: Rezkiana Np
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More