Jakarta – PT Sarana Pactindo menyatakan penggunaan Artificial Intelligence (AI) di industri keuangan saat ini menjadi salah satu hal yang penting, terutama bagi perbankan di tengah semakin pesatnya digitalisasi.
Menurut President Director Sarana Pactindo, Sutjahyo Budiman, adopsi AI menjadi penting mengingat aktivitas ilegal atau fraud yang menyerang industri keuangan makin kompleks.
“Untuk terutama bank-bank yang udah makin digital, yang hampir semua bank udah bisa melakukan transaksi online digital gitu, karena itu udah fraud detection tuh udah menjadi satu hal yang normal dan perlu AI karena fraudsternya juga udah pake AI,” ucap Sutjahyo kepada media di Jakarta, 16 Juli 2025.
Ia menyebut, hingga saat ini baru terdapat empat industri keuangan yang terdiri dari tiga bank dan satu asuransi yang telah mengadopsi AI untuk corporate intelligence melalui Sarana Pactindo.
Baca juga: Jaga Ketenangan dan Kenyamanan Nasabah, LPS Terus Perkuat Sistem Teknologi dan Informasi
Sementara, sebanyak 27 industri keuangan baru mengadopsi AI sebagai pendeteksi adanya fraud atau fraud detection AI.
“Tapi selebihnya (industri keuangan) tuh masih ragu-ragu gitu antara mau gimana, mereka gak tau mulainya dari mana, kalau mereka tau mulainya dari mana mereka gak punya orangnya yang ngerti, terus mereka juga berpikir, waduh kalau saya melakukan AI pasti perlu investasi yang mahal,” imbuhnya.
Padahal, Sutjahyo menjelaskan, terkait dengan dana yang diperlukan untuk mengadopsi AI saat ini sudah tergolong cukup terjangkau. Sarana Pactindo sendiri hanya mematok harga di kisaran Rp180 juta per tahunnya.
“Nah kita mempunyai produk ini tujuannya adalah supaya perusahaan bisa mengadopsi AI dengan murah dan cepat. Karena ini yang paling simpel untuk bisa mengadopsi AI dan itu angkanya di kita setahun paling cuma Rp150 juta. Udah termasuk maintenance, udah termasuk AWS-nya,” ujar Sutjahyo.
Baca juga: Studi IBM: Adopsi Teknologi AI di RI Terkendala Infrastruktur, Keamanan Data, dan Talenta
Sarana Pactindo akan terus gencar memberikan sosialiasi akan pentingnya penggunaan AI di tengah fraud yang semakin mengancam pada industri keuangan. Mereka menargetkan sebanyak 25 perusahaan dari industri perbankan, asuransi, hingga sekuritas mengadopsi AI.
“Kita ini aktif sekali encourage mereka untuk masuk untuk mengadopsi AI. Jadi target kita sebenernya sampai akhir tahun nanti ada 25-an dari customer kita yang menggunakan tadi corporate intelligence. Setidaknya itu dulu. Biar mereka nyoba dulu deh gitu,” tambahnya. (*)
Editor: Galih Pratama
Oleh Eko B. Supriyanto, Chairman Infobank Media Group KREDIT macet dalam perbankan bukan sekadar angka… Read More
Oleh Tim Infobank DI sebuah ruang pemeriksaan di Mapolda Jawa Barat, udara tak hanya berdebu… Read More
Poin Penting BSI menggandeng Kadin untuk mendorong UMKM lokal naik kelas melalui sinergi pembiayaan, pembinaan,… Read More
Poin Penting CEO Danantara Rosan Roeslani menegaskan hingga saat ini tidak ada pembahasan terkait rencana… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa meyakini pembukaan IHSG pekan depan tidak terganggu meski sejumlah… Read More
Poin Penting BEI dan OJK dijadwalkan bertemu MSCI secara daring pada 2 Februari 2026 untuk… Read More