“Dengan kondisi NPL yang sudah membaik bank harus lebih cepat turunkan suku bunga. BI berharap bank balance sheet-nya bersih lebih cepat. Kalau cleaning up balance sheet lebih cepat bisa lebih cepat pertumbuhan kredit baru,” ucap Mirza.
Baca juga: OJK, Suku Bunga Kredit Berpeluang Turun Jadi Single Digit
Lebih lanjut dirinya menambahkan, bahwa ruang penurunan suku bunga bank juga lebih terbuka dengan pelonggaran suku bunga acuan oleh BI. Dengan penurunan suku bunga ini, Bank Sentral berharap jika pertumbuhan kredit perbankan bisa lebih tinggi dari sebelumnya. Selain itu permintaan kredit dari masyarakat maupun korporasi juga meningkat.
“Pada waktu kami lakukan pemotongan bunga kita lihat real interest rate kita masih kompetitif atau enggak. Kami lihat kalau BI longgarkan kebijakan moneter, real interest rate juga masih menarik bagi yang mau tempatkan dana di Indonesia,” tutupnya. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting IHSG melonjak 4,42% ke level 7.279, dengan mayoritas saham (623) ditutup menguat. Seluruh… Read More
Poin Penting: Biaya haji 2026 terancam naik signifikan akibat kenaikan harga avtur, asuransi, dan tekanan… Read More
Poin Penting Ancaman siber makin kompleks dan canggih (APT, AI, eksploitasi mobile), berdampak pada operasional,… Read More
Poin Penting SIPF belum memiliki payung hukum kuat, karena belum diatur dalam undang-undang meski risiko… Read More
Poin Penting Konflik Timteng memicu risiko gangguan infrastruktur digital global, termasuk data center dan jaringan… Read More
Poin Penting Kebocoran data masih terjadi karena penggunaan banyak tools keamanan yang tidak terintegrasi (silo),… Read More