Poin Penting
- Superbank belum membagikan dividen tahun buku 2025 karena belum memiliki saldo laba positif, sesuai ketentuan UU PT
- SUPA tetap berkomitmen membagikan dividen ke depan, dengan porsi hingga 85 persen dari laba bersih jika sudah mencatatkan saldo laba positif
- Kinerja 2025 tumbuh kuat: laba sebelum pajak Rp143,3 miliar, kredit naik 50 persen, DPK melonjak 139 persen, dan aset meningkat 87 persen, ditopang ekspansi ekosistem Grab dan OVO.
Jakarta – PT Super Bank Indonesia Tbk atau Superbank belum akan membagikan dividen tahun buku 2025. Keputusan ini diambil berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, 27 April 2026. Ini merupajan RUPST pertama kalinya bagi bank digital bersandi SUPA ini sejak resmi menjadi perusahaan publik pada Desember 2025.
Dijelaskan Melisa Hendrawati, Direktur Keuangan Superbank, saat ini pihaknya memutuskan untuk tidak membagikan dividen. Keputusan ini mengacu pada Undang-undang Perseroan Terbatas (UU PT) yang mengatur dividen hanya boleh dibagikan jika perseroan mempunyai saldo laba yang positif.
“Untuk tahun ini bank belum memiliki rencana untuk membagikan dividen,” ujar Melisa saat konferensi pers usai RUPST SUPA.
Baca juga: Grab Borong Saham Superbank Rp285,5 Miliar, Kepemilikan Jadi 15,04 Persen
Meski demikian, kata Melisa, SUPA ke depan tetap berkomitmen untuk membagikan dividen untuk laba tahun berkutnya berdasarkan laporan prospektus yang telah diterbitkan perseroan dalam keterbukaan informasi pada 17 Desember 2025.
“Timeline ke depannya akan sangat align dengan apa yang akan kita paparkan di prospektus,” tambah Melissa.
Seperti diketahui, dalam prospektus tersebut, SUPA berkomitmen untuk membagikan dividen sebanyak-banyaknya 85 persen dari laba bersih tahun berjalan apabila membukukan saldo laba positif.
Di kesempatan yang sama, Tigor M.Siahaan, Presiden Direktur Superbank, mengatakan, RUPST pertama kali ini sebagai perusahaan publik menjadi momentum penting untuk memperkuat fondasi tata kelola sekaligus melanjutkan pertumbuhan solid.
“Untuk tahun ini, kita akan terus perkuat penterasi dengan ekosistem kita, yakni Grab dan OVO. Memang hamper 60 persen transaksi dari ekosistem kita, sisanya 40 persen dari luar (ekosistem). Keduanya kita akan genjot tahun ini,” jelasnya.
Baca juga: Bos Superbank: Peluang Industri Bank Digital RI Masih Terbuka Lebar
Kinerja Superbank
Sepanjang 2025, Superbank mencatatkan laba sebelum pajak sebesar Rp143,3 miliar pada tahun 2025. Capaian tersebut didukung oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 160 persen year on year (yoy) menjadi Rp1,6 triliun.
Pendapatan bunga bersih tersebut didongkrak hasil ekspansi kredit yang tumbuh 50 persen yoy menjadi Rp9,6 triliun.
Dari sisi funding, Dana Pihak Ketiga (DPK) perseroan juga tercatat meningkat signifikan sebesar 139 persen yoy menjadi Rp11,8 triliun.
Sejalan dengan pertumbuhan kredit dan DPK, total aset Superbank ikut terdongkrak 87 persen yoy menjadi Rp21,3 triliun. Ini mencerminkan ekspansi bisnis yang sehat dan terukur. (*)








