Poin Penting
- Pemegang saham MTDL menyetujui pembagian dividen final Rp331,48 miliar atau Rp27 per saham dari laba bersih 2025.
- Dividend payout ratio mencapai 40,72 persen, tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.
- Metrodata mencatat pertumbuhan pendapatan 8,1 persen dan laba bersih naik 10 persen sepanjang 2025.
Jakarta – PT Metrodata Electronics Tbk (Metrodata Electronics; IDX: MTDL) menyepakati pembagian dividen final sebesar Rp331,48 miliar dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2025.
Nilai tersebut setara dengan 40,72 persen dari laba bersih perseroan pada 2025 yang mencapai sekitar Rp814 miliar. Dengan demikian, setiap pemegang saham akan menerima dividen sebesar Rp27 per lembar saham.
“Hasil RUPST kami sepakat akan membagikan dividen Itu sebesar Rp27 per saham. Rp27 per saham itu mewakili payout ratio sekitar 40,72 persen, yang akan dibayar di awal Juli 2026,” jelas Susanto Djaja, Presiden Direktur Metrodata Electronics, dalam paparan publik atau Public Expose (Pubex) MTDL, Selasa, 9 Juni 2026.
Baca juga: MTDL Suntik Dana Rp150 Miliar ke Anak Usaha, Buat Apa?
Perseroan menjadwalkan pembayaran dividen pada 10 Juli 2026, sementara tanggal pencatatan pemegang saham yang berhak menerima dividen (cum date) ditetapkan pada 22 Juni 2026.
Menurut Susanto, rasio pembayaran dividen tahun ini tergolong tinggi dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
“Payout ratio (40,72 persen) cukup tinggi di beberapa tahun terakhir. Jadi, kami lihat kalau terhadap harga (saham) sekarang mendekati Rp500, dividend yield-nya 5 persen. Saya kira itu sudah hal yang cukup baik,” bebernya.
Payout Ratio Terus Meningkat
Direktur Metrodata Electronics, Randy Kartadinata, mengatakan perseroan pada dasarnya memiliki kebijakan pembagian dividen sekitar 20-30 persen dari laba bersih. Namun, tahun ini perusahaan memutuskan memberikan porsi yang lebih besar sebagai bentuk apresiasi kepada pemegang saham.
“Namun di dalam sisi tertentu untuk memberikan apresiasi kami memberikan nilai yang lebih tinggi. Payout ratio kami terus bertumbuh dari tahun 2021 sekitar 24,9 persen sekarang sudah mencapai (sekitar) 40 persen,” ungkap Randy.
Kinerja Keuangan MDTL
Sepanjang 2025, MDTL mampu membukukan pendapatan penjualan Rp27,18 triliun, atau meningkat 8,1 persen secara year on year (yoy) dari tahun 2024. Laba kotor juga naik 3,9 persen ke posisi Rp2,23 triliun.
Alhasil, hal ini berdampak terhadap perolehan laba bersih Rp810 miliar, yang naik 10 persen (yoy) dibandingkan angka Rp740 miliar di tahun 2024.
Menurut Randy, peningkatan pendapatan ini didorong oleh penjualan dari unit bisnis distribusi dan juga unit bisnis solusi.
Namun begitu, motor utama dari bisnis MTDL datang dari distribusi produk, yang mencapai 76 persen dari total penjualan. Bisnis konsultasi dan bisnis solusi “hanya” menyumbang 23 persen dari pendapatan perusahaan.
Ke depan, Randy akan terus melakukan diversifikasi produk untuk mendorong peningkatan pemasukan usaha.
“(Ke depan), kami akan terus melakukan diversifikasi produk. Salah satunya adalah yang mendukung untuk penjualan smartphone buatan China yang mendukung dari pertumbuhan kami di tahun lalu, termasuk di dalamnya juga untuk penjualan notebook dan PC,” katanya.
Baca juga: Metrodata Electronics (MTDL) Catat Laba Bersih Tumbuh 3,1 Persen Jadi Rp469,6 Miliar
Sementara, pada kuartal-I 2026, MTDL mampu mencatatkan pertumbuhan pendapatan 21,4 persen (yoy) menjadi Rp6,7 triliun. Hasilnya, laba bersih juga naik 3,4 persen (yoy) ke posisi Rp158,9 miliar.
“Dengan komposisi laba bersih juga untuk 2026 ini, kontribusi distribusi meningkat karena peningkatan penjualan PC, notebook dan smartphone. Sementara, kontribusi solusi dan konsultasi tetap memberikan kontribusi margin yang baik karena penjualan kami dilakukan untuk korporasi, yang mendatangkan margin yang lebih baik,” tutupnya. (*) Mohammad Adrianto Sukarso


