Categories: News UpdatePerbankan

RUPST Maybank Indonesia Tebar Dividen Rp368,50 Miliar

Jakarta – PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) hari ini (30/3) telah menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Kantor Pusat Maybank Indonesia, Senayan, Jakarta.

RUPST Maybank Indonesia dilaksanakan dengan mematuhi himbauan Pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid-19 dan mengoptimalkan penggunaan teknologi informasi dengan tetap memenuhi peraturan yang berlaku dan memperhatikan kepentingan pemegang saham sebagai pemangku kepentingan Perseroan.

RUPST menyetujui penggunaan laba bersih Perseroan untuk tahun keuangan yang berakhir 31 Desember 2019. Dimana diantaranya sebesar 20%-nya dibagikan sebagai Dividen Tunai dengan total maksimal sebesar Rp368,50 miliar atau sebesar Rp4,83 per saham.

Sedangkan sebesar 5% dari laba bersih Perseroan atau Rp92,12 miliar digunakan sebagai Cadangan Umum guna memenuhi ketentuan dalam Pasal 70 ayat 1 Undang-undang Perseroan Terbatas dan pasal 25 Anggaran Dasar Perseroan. Serta sisanya sebesar 75% atau Rp1,38 triliun ditetapkan sebagai Laba Ditahan.

”Tahun 2019 kembali menjadi tahun yang menantang, tetapi Maybank Indonesia berhasil memperoleh pendapatan operasional yang baik di tengah menurunnya pertumbuhan kredit.  Selaras dengan pencapaian tersebut, RUPST telah menyetujui pembagian dividen sebagai apresiasi kepada para pemegang saham,” kata Taswin Zakaria, Presiden Direktur Maybank Indonesia melalui keterangan resminya di Jakarta, Senin 30 Maret 2020.

RUPST Maybank Indonesia telah menyetujui dan mengesahkan Laporan Keuangan dan Laporan Laba/Rugi Konsolidasian tahun buku 2019.  Maybank Indonesia membukukan laba bersih setelah pajak dan kepentingan non pengendali (PATAMI–profit after tax & minority interest) untuk tahun keuangan yang berakhir 31 Desember 2019 sebesar Rp1,8 triliun. 

RUPST telah menerima Laporan Realisasi Pengunaan Dana Hasil Penawaran Umum yang dilakukan Perseroan pada 2019, yang terdiri dari dana hasil Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan II Tahap IV Tahun 2019 sebesar Rp638,32 miliar, dana hasil Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan III Tahap I Tahun 2019 sebesar Rp995,01 miliar, di mana seluruhnya telah digunakan oleh Perseroan sesuai rencana penggunaan dana sebagaimana telah dilaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Selain itu, RUPST menerima pengunduran diri Jenny Wiriyanto dan Eri Budianto selaku Direktur Perseroan dan menyetujui penunjukan Steffano Ridwan dan Ricky Antariksa sebagai Direktur Perseroan serta Mohammad Bagus Teguh Prawira sebagai anggota Dewan Pengawas Syariah Perseroan.  Keputusan ini berlaku efektif setelah diperolehnya persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan sampai dengan penutupan RUPST 2023.

Dengan demikian susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi menjadi sebagai berikut:
 
Dewan Komisaris
1. Datuk Abdul Farid Bin Alias: Presiden Komisaris
2. Edwin Gerungan: Komisaris
3. Datuk Lim Hong Tat: Komisaris
4. Budhi Dyah Sitawati: Komisaris Independen
5. Achjar Iljas: Komisaris Independen
6. Hendar: Komisaris Independen
    
Direksi
1. Taswin Zakaria: Presiden Direktur
2. Thilagavathy Nadason: Direktur
3. Irvandi Ferizal: Direktur
4. Effendi: Direktur
5. Muhamadian: Direktur
6. Widya Permana: Direktur
7. Steffano Ridwan: Direktur*
8. Ricky Antariksa: Direktur*

Editor: Rezkiana Np

Suheriadi

Recent Posts

GoPay Kini Bisa Tarik Tunai Tanpa Kartu di ATM BRI dan Bank BJB, Ini Caranya

Poin Penting GoPay kini bisa tarik tunai tanpa kartu di seluruh ATM BRI dan Bank… Read More

9 hours ago

Animo Tinggi, BRI Kanwil Jakarta II Tambah Kuota Mudik Gratis jadi 2.750 Pemudik

Poin Penting BRI Kanwil Jakarta II menambah kuota mudik gratis menjadi 2.750 pemudik dengan 55… Read More

9 hours ago

Proteksi Pemudik 2026, BRI Life Andalkan Produk Asuransi Digital MODI

Poin Penting BRI Life menghadirkan asuransi digital MODI-MOtraveling untuk melindungi pemudik Lebaran 2026 dari risiko… Read More

9 hours ago

Adira Finance Lepas 300 Pemudik ke Solo dan Yogyakarta, Dapat Cek Kesehatan dan Asuransi

Poin Penting Adira Finance memberangkatkan 300 pemudik dari Jabodetabek menuju Solo dan Yogyakarta melalui program… Read More

10 hours ago

BI Borong SBN Rp86,16 Triliun hingga Maret 2026, Buat Apa?

Poin Penting Bank Indonesia membeli Surat Berharga Negara (SBN) Rp86,16 triliun hingga 16 Maret 2026,… Read More

11 hours ago

BI Tegaskan Beli Tunai Dolar AS Tak Dibatasi, Ini Aturan Barunya

Poin Penting BI menegaskan tidak membatasi transaksi valuta asing, tetapi memperketat kewajiban dokumen underlying untuk… Read More

11 hours ago