Poin Penting
- ERAA membagikan dividen tunai Rp389,62 miliar atau Rp25 per saham, didukung kinerja solid dengan penjualan bersih Rp76,6 triliun sepanjang 2025
- Strategi diversifikasi bisnis ERAA terus mendorong pertumbuhan, dengan bisnis digital menyumbang 74 persen pendapatan dan lini usaha baru semakin berkembang
- ERAA menegaskan komitmennya menjaga pertumbuhan jangka panjang melalui inovasi dan penguatan portofolio bisnis demi menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham.
Jakarta – PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp389,62 miliar atau setara Rp25 per saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Senin (29/6).
Keputusan tersebut sejalan dengan kinerja ERAA sepanjang tahun buku 2025. ERAA membukukan penjualan bersih sebesar Rp76,6 triliun dengan laba kotor mencapai Rp8,35 triliun dan margin laba kotor sebesar 10,9 persen.
Pencapaian tersebut ditopang oleh implementasi strategi diversifikasi bisnis yang dijalankan secara konsisten.
Baca juga: Sinar Eka Selaras (ERAL) Bagikan Dividen Tunai Rp41,5 Miliar dari Laba Bersih 2025
Strategi itu dinilai mampu menjaga momentum pertumbuhan perseroan di tengah dinamika pasar yang terus berubah sepanjang 2025.
Wakil Direktur Utama ERAA, Hasan Aula, menyatakan pembagian dividen ini mencerminkan komitmen perseroan untuk terus memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pemegang saham, sejalan dengan kinerja perseroan yang solid sepanjang 2025.
“Kami akan terus memperkuat strategi diversifikasi dan inovasi bisnis, sehingga Erajaya dapat tetap relevan dalam memenuhi kebutuhan pelanggan dan menjaga pertumbuhan jangka panjang,” ucap Hasan dalam keterangan resmi dikutip, 1 Juli 2026.
Sepanjang 2025, ERAA terus memperkuat strategi diversifikasi bisnis melalui pengembangan portofolio usaha di berbagai kategori.
Selain mempertahankan bisnis inti distribusi dan ritel perangkat telekomunikasi sebagai fondasi utama, PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) terus memperluas ekosistem usahanya melalui pengembangan berbagai lini bisnis.
Perseroan mencatat pertumbuhan pada sejumlah vertikal usaha, seperti Erajaya Active Lifestyle serta Erajaya Food and Nourishment, yang kini menjadi sumber pertumbuhan baru.
Baca juga: MDKA Bagi Dividen Rp300 Miliar, Simak Jadwalnya
Di sisi kontribusi pendapatan, bisnis digital masih menjadi penopang utama dengan porsi 74 persen. Sementara itu, international business berkontribusi sebesar 14,8 persen, diikuti active lifestyle sebesar 7,5 persen, serta food and nourishment sebesar 3,8 persen.
Komposisi tersebut mencerminkan keberhasilan strategi diversifikasi perseroan dalam membangun struktur pertumbuhan yang lebih seimbang dan berkelanjutan ke depan. (*)
Editor: Galih Pratama


