Poin Penting
- Astra membagikan dividen Rp15,7 triliun atau Rp390 per saham.
- Rudy ditunjuk sebagai Presiden Direktur menggantikan Djony Bunarto Tjondro.
- RUPST juga menetapkan perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris.
Jakarta – PT Astra International Tbk (ASII) menetapkan pembagian dividen dan perubahan susunan pengurus dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta, Kamis, 23 April 2026.
Pemegang saham menunjuk Rudy sebagai Presiden Direktur menggantikan Djony Bunarto Tjondro.
Dividen Rp390 per Saham
Dalam RUPST, Astra juga menyepakati pembagian dividen tunai sebesar Rp390 per saham atau sekitar Rp15,7 triliun, yang berasal dari laba bersih konsolidasian tahun buku 2025 sebesar Rp32,76 triliun
“Sebesar Rp390,- setiap saham atau sebanyak-banyaknya Rp15.668.846.832.200,- dibagikan sebagai dividen tunai, termasuk di dalamnya dividen interim sebesar Rp98,- per saham atau sebesar Rp3.967.388.207.720,- yang telah dibayarkan pada tanggal 31 Oktober 2025,” tulis keterangan resmi, Kamis.
Baca juga: Laba Bersih Astra International (ASII) Turun jadi Rp32,76 T, Ini Penyebabnya
Chief of Corporate Affairs Astra, Boy Kelana Soebroto, menyampaikan keputusan tersebut merupakan hasil persetujuan RUPST.
“RUPST menyetujui penggunaan laba bersih konsolidasian perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp32,76 triliun. Sebesar Rp390 setiap saham atau sebanyak-banyaknya Rp15,66 triliun dibagikan sebagai dividen tunai,” ujarnya.
Ia menambahkan, nilai tersebut sudah mencakup dividen interim yang sebelumnya telah dibayarkan kepada pemegang saham.
“Termasuk di dalamnya dividen interim sebesar Rp98 per saham atau sebesar Rp3,96 triliun yang telah dibayarkan pada tanggal 31 Oktober 2025,” paparnya.
Adapun sisa dividen sebesar Rp292 per saham akan dibayarkan pada 25 Mei 2026 kepada pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada 6 Mei 2026 pukul 16.00 WIB.
Perombakan Direksi dan Komisaris
Selain penetapan dividen, RUPST juga menyetujui perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris.
Rudy ditunjuk sebagai Presiden Direktur, sementara posisi Presiden Komisaris dipegang oleh Prijono Sugiarto. Perseroan juga mengangkat sejumlah Komisaris Independen baru, termasuk Muhamad Chatib Basri dan Pariya Tangtongpairoth.
Baca juga: Astra Mau Buyback Saham Lagi, Siapkan Dana Rp2 Triliun
Susunan Pengurus Astra 2026
Berdasarkan hasil RUPST 2026, berikut jajaran Dewan Komisaris dan Direksi Astra:
Direksi:
- Presiden Direktur: Rudy
- Direktur: Gidion Hasan
- Direktur: Santosa
- Direktur: Gita Tiffani Boer
- Direktur: FXL Kesuma
- Direktur: Thomas Junaidi Alim W
- Direktur: Hsu Hai Yeh
- Direktur: Siswadi
- Direktur: Djap Tet Fa
Dewan Komisaris:
- Presiden Komisaris: Prijono Sugiarto
- Komisaris Independen: Sri Indrastuti Hadiputranto
- Komisaris Independen: Muliaman Darmansyah Hadad
- Komisaris Independen: Muhamad Chatib Basri
- Komisaris Independen: Pariya Tangtongpairoth
- Komisaris: Anthony John Liddell Nightingale
- Komisaris: Benjamin William Keswick
- Komisaris: Stephen Patrick Gore
- Komisaris: Lincoln Lin Feng Pan
- Komisaris: Lee Liang Whye
Alokasi Laba
Perseroan juga menetapkan sisa laba bersih minimal Rp17,09 triliun sebagai laba ditahan. Nilai final akan menyesuaikan dengan realisasi pembagian dividen serta jumlah saham beredar, seiring program pembelian kembali saham (buyback)
RUPST juga memberikan kewenangan kepada Direksi untuk melaksanakan pembagian dividen sesuai dengan ketentuan perpajakan, Bursa Efek Indonesia, dan regulasi pasar modal yang berlaku. (*)








