Poin Penting
- Bank Nobu rombak pengurus awal 2026 melalui RUSPLB yang digelar pada 20 Januari 2026.
- Rapat menyetujui pemberhentian dan pengangkatan pengurus, termasuk memberhentikan Andrian Meirawan Saputra sebagai direktur serta mengangkat Lee Joo Hwan sebagai direktur.
- Patrick Nai-Chung Chang ditunjuk sebagai komisaris independen, dengan efektivitas jabatan menunggu lulus fit and proper test serta persetujuan OJK.
Jakarta – PT Bank Nationalnobu Tbk. atau Bank Nobu mengawali 2026 dengan merombak susunan pengurus melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUSPLB) yang digelar pada 15 Januari 2026 di Hotel Aryaduta Lippo Village, Karawaci, Tangerang, Banten.
Berdasarkan ringkasan risalah RUPSLB dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) dikutip 21 Januari 2026, rapat tersebut menyepakati pengangkatan direksi dan komisaris independent baru, serta menyetujui pemberhentian satu direksi.
RUPSLB Bank Nobu sepakat memberhentikan dengan hormat Andrian Meirawan Saputra dari jabatan direktur perseroan. Kemudian, para pemegang saham menyetujui pengangkatan Lee Joo Hwan, sebagai direktur perseroan.
Dari jajaran dewan komisaris, RUPSLB Bank Nobu mengangkat Patrick Nai-Chung Chang sebagai komisaris independen perseroan.
Pengangkatan Patrick Nai-Chung Chang akan efektif setelah yang bersangkutan lulus uji kemampuan dan kepatutan atau fit and proper test dan memperoleh persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Baca juga: Rencana Merger Bank Nobu dan MNC Bank Resmi Batal
Berikut Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Bank Nobu Hasil RUPSLB, 20 Januari 2026:
Dewan Komisaris
- Komisaris Utama (NonIndependen): Dongwook Kim Direktur Utama
- Komisaris Independen: Prof. Adrianus Mooy, MSc,
- Komisaris Independen: Dewi Pandamsari Direktur
- Komisaris Independen: Tjindrasa Ng
- Komisaris Independen: Patrick Nai-Chung Chang
Direksi
- Direktur Utama: Suhaimin Djohan
- Direktur: Januar Angkawidjaja
- Direktur: Hendra Kurniawan
- Direktur: Steve Marciano Joe
- Direktur: Lee Joo Hwan
Baca juga: Hanwha Akuisisi Bank Nobu, OJK: Kami Belum Terima Pengajuan Secara Tertulis
Kinerja Bank Nobu
Hingga September 2025, Bank Nobu mencatatkan lonjakan laba bersih sebesar 59,06 persen secara tahunan (yoy) menjadi Rp359,88 miliar dibandingkan Rp226,26 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Berdasarkan laporan keuangan publikasi, kenaikan laba Bank Nobu disokong pertumbuhan pendapatan bunga yang solid dan efisiensi biaya yang semakin baik.
Pendapatan bunga Bank Nobu naik 23,20 persen menjadi Rp1,86 triliun, sementara beban bunga meningkat 25,64 persen menjadi Rp1,00 triliun.
Dengan demikian, pendapatan bunga bersih tetap tumbuh sehat sebesar 20,45 persen menjadi Rp855,99 miliar, seiring dengan net interest margin (NIM) yang meningkat dari 3,68 persen menjadi 3,71 persen.
Dari sisi intermediasi, kinerja penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) Bank Nobu tumbuh pesat 21,66 persen menjadi Rp27,27 triliun, jauh di atas pertumbuhan DPK industri perbankan nasional yang sebesar 11,81 persen (data OJK, September 2025).
Pendorong utama pertumbuhan ini adalah kenaikan dana murah (giro dan tabungan) sebesar 31,08 persen menjadi Rp9,41 triliun, dengan rasio CASA meningkat dari 32,02 persen menjadi 34,50 persen.
Pertumbuhan dana murah itu memperkuat struktur pendanaan bank dan mendukung efisiensi biaya bunga ke depan.
Sementara itu, dari sisi penyaluran kredit, kredit Bank Nobu tumbuh 19,47 persen menjadi Rp21,60 triliun, jauh melampaui pertumbuhan kredit industri yang sebesar 7,70 persen.
Kualitas kredit Bank Nobu juga tetap terjaga dengan baik. Rasio kredit bermasalah (NPL gross) turun dari 0,68 persen menjadi 0,60 persen, sedangkan NPL net menurun dari 0,47 persen menjadi 0,44 persen.
Di sisi lain, aset Bank Nobu tumbuh kuat sebesar 18,04 persen menjadi Rp37,70 triliun, didukung pertumbuhan kredit dan DPK yang seimbang. (*)










