Poin Penting
- Rupiah melemah ke Rp17.434 per dolar AS, turun 0,24 persen pada Selasa (5/5).
- Pelemahan rupiah sejalan dengan mata uang emerging market di tengah tekanan global.
- BI melakukan intervensi melalui NDF, DNDF, dan pembelian SBN demi stabilitas.
Jakarta – Nilai tukar rupiah melemah ke level Rp17.434 per dolar Amerika Serikat (AS) per pukul 12.09 WIB, Selasa (5/5/2026) atau turun 0,24 persen.
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Bank Indonesia (BI) Erwin Gunawan Hutapea mengatakan, BI akan terus hadir di pasar untuk memastikan mekanisme pasar berjalan baik guna menjaga stabilitas nilai tukar sesuai fundamentalnya.
“Langkah ini dilakukan secara konsisten untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah berlanjutnya tekanan global,” kata Erwin dalam keterangannya, Selasa 5 Mei 2026.
Baca juga: Rupiah Dibuka Melemah, Investor Nantikan Data Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal I 2026
Erwin menjelaskan, pergerakan rupiah sejak awal konflik di Timur Tengah masih sejalan dengan mayoritas mata uang emerging market lainnya.
Ia merinci, Philippine Peso melemah 6,58 persen, Thailand Baht 5,04 persen, India Rupee 4,32 persen, Chile Peso 4,24 persen, Indonesia Rupiah 3,65 persen, dan Korea Won 2,29 persen.
BI, lanjutnya, akan mengoptimalkan intervensi di pasar valuta asing melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, serta pembelian Surat Berharga Neara (SBN) di pasar sekunder.
Baca juga: BI Borong SBN Rp86,16 Triliun hingga Maret 2026, Buat Apa?
Erwin juga menegaskan, BI akan terus hadir di pasar dan mengambil langkah yang diperlukan secara konsisten dan terukur untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. (*)
Editor: Yulian Saputra


