Poin Penting
- Rupiah dibuka menguat 0,37% ke Rp16.886 per dolar AS pada perdagangan 10 Maret 2026.
- Pasar kini hanya memperkirakan satu kali pemangkasan suku bunga The Fed sebesar 25 bps pada 2026.
- Rupiah diproyeksikan bergerak di kisaran Rp16.910–Rp17.025 per dolar AS pada perdagangan hari ini.
Jakarta – Nilai tukar rupiah menguat pada awal perdagangan Selasa (10/3). Mata uang Garuda dibuka di level Rp16.886 per dolar Amerika Serikat (AS), atau menguat 0,37 persen dibandingkan penutupan Jumat pekan lalu di Rp16.949 per dolar AS.
Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan kekhawatiran lonjakan inflasi akibat kenaikan harga energi masih membebani sentimen investor. Kondisi ini dinilai berpotensi menghambat langkah bank sentral AS dalam memangkas suku bunga.
Para pelaku pasar kini memperkirakan hanya akan ada satu kali pemangkasan suku bunga oleh The Fed sebesar 25 basis poin pada tahun ini, yang kemungkinan besar terjadi pada September 2026.
“Proyeksi ini menurun dibandingkan pekan lalu ketika pasar masih memperkirakan dua kali pemangkasan,” kata Andry, Selasa, 10 Maret 2026.
Baca juga: Rupiah Sentuh Rp17.000, IHSG Ambruk, Purbaya: Ekonomi Masih Ekspansi
Investor saat ini juga menantikan sejumlah rilis data ekonomi Amerika Serikat, seperti laporan indeks harga konsumen (CPI), indeks harga personal consumption expenditure (PCE), serta data pembukaan lapangan kerja JOLTS. Data tersebut diharapkan memberi gambaran lebih jelas mengenai kekuatan ekonomi AS.
Andry menambahkan indeks dolar AS (DXY) kembali menguat dan diperdagangkan di sekitar level 99,2 setelah sempat melemah singkat pada Jumat pekan lalu.
Penguatan dolar terjadi karena konflik dengan Iran belum menunjukkan tanda mereda dan harga energi terus meningkat.
“Kekhawatiran inflasi yang terkait dengan gangguan pasokan dan pemangkasan produksi setelah penutupan Selat Hormuz pun semakin meningkat,” tambahnya.
Baca juga: Rupiah Dibuka Tembus Rp17.000 per Dolar AS Dipicu Lonjakan Harga Minyak Dunia
Selain itu, investor juga memandang Amerika Serikat sebagai aset safe haven yang relatif aman karena tingkat kemandirian energinya lebih tinggi. Kondisi tersebut memberikan dukungan tambahan bagi mata uang dolar AS, yang tercatat menguat terhadap euro dan franc Swiss.
Proyeksi Pergerakan Rupiah
Andry memperkirakan nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini akan bergerak dalam kisaran Rp16.910 hingga Rp17.025 per dolar AS.
“Pandangan kami rupiah hari ini akan bergerak di sekitar Rp16.910 dan Rp17.025 per dolar AS,” imbuh Andry. (*)
Editor: Yulian Saputra










