Eko B Supriyanto, Editor in Chief Infobank.
Oleh Eko B. Supriyanto, Chairman Infobank Media Group
RUPIAH terus terbakar. Sepanjang libur Lebaran kemarin, rupiah bikin debar-debar. Loyonya rupiah ini membuat banyak pertanyaan. Apakah loyonya rupiah terhadap dolar AS ini temporer, atau berjangka menengah? Banyak hal. Ada yang menyebut karena tekanan fiskal dan silaturahmi Sri Mulyani Indrawati ke Megawati Soekarnoputri. Ada pula yang berpendapat, karena faktor geopolitik Perang Israel-Palestina, dan terakhir serangan balasan Iran ke Israel.
Banyak spekulasi yang berkembang. Namun, faktanya bahwa dolar AS perkasa bukan hanya terhadap rupiah, tapi juga terhadap hampir seluruh mata uang dunia. Hal yang sama juga terjadi terhadap yen. Hampir seluruh mata uang global. Sejumlah ekonom menyebut, hal ini karena masih spekulasi kapan bank sentral AS menurunkan suku bunga, dan inflasi di AS yang masih relatif tinggi, tidak sesuai dengan konsensus.
Poin Penting Penerimaan pajak hingga 31 Januari 2026 mencapai Rp116,2 triliun, tumbuh 30,8 persen yoy,… Read More
Poin Penting Mochamad Andy Arslan Djunaid resmi mengundurkan diri dari jabatan Komisaris Utama PT Asuransi… Read More
Poin Penting IHSG menguat tipis 0,30 persen ke level 8.146,71 dengan nilai transaksi Rp25,74 triliun… Read More
Poin Penting Ekonomi RI 2025 diproyeksi tumbuh 5,07 persen yoy, lebih tinggi dari realisasi 2024… Read More
Poin Penting Sepanjang 2025, Bank Mandiri merealisasikan 1.174 program TJSL di 12 wilayah Indonesia sebagai… Read More
Poin Penting Penerimaan negara hingga 31 Januari 2026 mencapai Rp172,7 triliun, tumbuh 9,8 persen yoy… Read More