Eko B Supriyanto, Editor in Chief Infobank.
Oleh Eko B. Supriyanto, Chairman Infobank Media Group
RUPIAH terus terbakar. Sepanjang libur Lebaran kemarin, rupiah bikin debar-debar. Loyonya rupiah ini membuat banyak pertanyaan. Apakah loyonya rupiah terhadap dolar AS ini temporer, atau berjangka menengah? Banyak hal. Ada yang menyebut karena tekanan fiskal dan silaturahmi Sri Mulyani Indrawati ke Megawati Soekarnoputri. Ada pula yang berpendapat, karena faktor geopolitik Perang Israel-Palestina, dan terakhir serangan balasan Iran ke Israel.
Banyak spekulasi yang berkembang. Namun, faktanya bahwa dolar AS perkasa bukan hanya terhadap rupiah, tapi juga terhadap hampir seluruh mata uang dunia. Hal yang sama juga terjadi terhadap yen. Hampir seluruh mata uang global. Sejumlah ekonom menyebut, hal ini karena masih spekulasi kapan bank sentral AS menurunkan suku bunga, dan inflasi di AS yang masih relatif tinggi, tidak sesuai dengan konsensus.
Poin Penting 15,2 juta NIB diterbitkan, 14,9 juta untuk usaha mikro; masih ada 40 juta… Read More
Poin Penting Pemerintah memperpanjang penempatan Rp200 triliun di bank-bank milik negara hingga September 2026 untuk… Read More
Poin Penting Studi CELIOS menunjukkan Program MBG bisa membuang 62–125 juta porsi/minggu, merugikan negara Rp622… Read More
Poin Penting OJK menegaskan tidak ada perpanjangan waktu, semua UUS asuransi wajib spin off paling… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa ungkap sudah ada sejumlah pendaftar calon ADK OJK, terutama… Read More
Poin Penting Pemerintah memastikan dana THR 2026 sebesar Rp55 triliun telah siap dan tinggal menunggu… Read More