Ilustrasi: Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. (Foto: Erman Subekti)
Jakarta – Nilai tukar rupiah pada awal perdagangan hari ini, Selasa (15/7/2025) dibuka di level Rp16.273 per dolar Amerika Serikat (AS), atau melemah 0,14 persen dibandingkan penutupan kemarin di Rp16.250 per dolar AS.
Pengamat pasar uang sekaligus Direktur Doo Financial Futures Ariston Tjendra mengatakan, kondisi pasar pada pagi hari ini menunjukan dolar AS kembali menguat, dengan DXY (indeks dolar AS) ke level atas area 98, dari sebelumnya di kisaran 97.
Dengan begitu, rupiah berpotensi melemah terhadap dolar AS hari ini di kisaran level Rp16.300 dengan potensi support Rp16.200 per dolar AS.
Baca juga: BI Prediksi Rupiah Stabil di Rp16.000-Rp16.500 per Dolar AS pada 2026
“Rupiah berpotensi melemah lagi terhadap dolar AS ke arah Rp16.300, dengan potensi support di kisaran Rp16.200,” kata Ariston, Selasa, 15 Juli 2025.
Ariston menjelaskan, tarif Trump masih menjadi sentimen negatif untuk pergerakan rupiah. Selain itu, pasar tengah menunggu pertumbuhan ekonomi China yang diperkirakan lebih buruk dari sebelumnya.
Baca juga: DPR Minta Rupiah Tak Lebihi Rp16.700 per USD di 2026, Ini Respons Sri Mulyani
Lebih lanjut, pelemahan yang terjadi terhadap ekonomi China juga menjadi sentimen negatif untuk aset berisiko seperti rupiah.
“Pasar juga menunggu data PDB China yang diekspektasikan lebih buruk dari sebelumnya. Pelemahan ekonomi China juga menjadi sentimen negatif untuk aset berisiko seperti rupiah,” pungkas Ariston. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Pemerintah menarik utang Rp736,3 triliun hingga Desember 2025, setara 94,9 persen dari target… Read More
Poin Penting IHSG ditutup melemah 0,58% ke level 8.884, dipicu aksi ambil untung setelah menyentuh… Read More
Oleh Krisna Wijaya, bankir senior dan fakulti di Lembaga Pengembangan Perbankan indonesia (LPPI) PERCEPATAN digitalisasi… Read More
Poin Penting Menkop menggandeng lintas K/L untuk mempercepat pembangunan gerai fisik Kopdes Merah Putih sesuai… Read More
Poin Penting Perdagangan internasional menghadapi tantangan besar, seperti volatilitas geopolitik, perubahan rantai pasok, dan munculnya… Read More
Poin Penting OJK optimistis kinerja perbankan 2026 membaik, didorong perombakan manajemen di banyak bank. Pertumbuhan… Read More