Moneter dan Fiskal

Rupiah Diproyeksi Lanjut Melemah Dipicu Ketidakpastian Negosiasi Tarif AS-China

Jakarta – Rupiah diproyeksi akan melanjutkan pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang masih disebabkan oleh ketidakpastian terkait negosiasi tarif antara AS dan China.

Pengamat pasar uang sekaligus Presiden Direktur PT Doo Financial Futures Ariston Tjendra menjelaskan bahwa pelaku pasar masih khawatir terhadap ketidakpastian negosiasi tarif antara AS dan China.

“Berita-berita menyangkal telah dimulainya pembicaraan soal tarif antara AS dan China seperti yang diklaim oleh Presiden Trump. Ini bisa memberikan tekanan ke aset berisiko termasuk rupiah,” kata Ariston, Selasa, 29 April 2025.

Baca juga: Harga Emas Antam Naik Rp6.000, Beli 1 Gram jadi Segini

Di sisi lain, indeks dolar AS (DXY) mengalami tekanan akibat ketidakpastian tersebut. Saat ini indeks dolar AS berada di kisaran 99,18, yang sebelumnya di level 99,50.

“Untungnya, indeks dollar AS juga mengalami tekanan karena hal tersebut. Indeks dolar sekarang di kisaran 99.18, sehari sebelumnya di kisaran 99.50. Jadi ini mungkin bisa menahan pelemahan rupiah terhadap dolar AS,” ungkapnya.

Baca juga: 4 Pecahan Uang Rupiah Ini Resmi Dicabut, BI Beri Batas Waktu Penukaran hingga 30 April!

Rupiah diperkirakan akan berada di kisaran level Rp16.900 per dolar AS, dengan potensi support Rp16.820 per dolar AS hari ini.

“Pelemahan rupiah terhadap dolar AS bisa berlanjut ke arah Rp16.900, dengan potensi support di kisaran Rp16.820 per dolar AS hari ini,” imbuhnya. (*)

Irawati

Recent Posts

Diam-diam Ada Direksi Bank Mandiri Serok 155 Ribu Saham BMRI di Awal 2026

Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More

2 hours ago

Astra Mau Buyback Saham Lagi, Siapkan Dana Rp2 Triliun

Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More

3 hours ago

OJK Beberkan 8 Pelanggaran Dana Syariah Indonesia, Apa Saja?

Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More

3 hours ago

Meluruskan Penegakan Hukum Tipikor di Sektor Perbankan yang Sering “Bengkok”

Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More

7 hours ago

Prospek Saham 2026 Positif, Mirae Asset Proyeksikan IHSG 10.500

Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More

16 hours ago

Pembiayaan Emas Bank Muamalat melonjak 33 kali lipat

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More

17 hours ago