Poin Penting
- Rupiah dibuka menguat 0,27 persen ke level Rp17.632 per dolar AS.
- Pelemahan dolar AS dan turunnya imbal hasil US Treasury menopang rupiah.
- Rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp17.600-Rp17.700 per dolar AS.
Jakarta – Nilai tukar rupiah menguat pada awal perdagangan Jumat (4/9/2026). Rupiah dibuka di level Rp17.632 per dolar Amerika Serikat (AS), menguat 0,27 persen dibandingkan penutupan kemarin di Rp17.679 per dolar AS.
Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan penguatan rupiah didukung pelemahan indeks dolar AS (DXY) sebesar 0,69 persen menjadi 98,91.
Pelemahan DXY terjadi seiring penurunan imbal hasil obligasi AS, meningkatnya ekspektasi kebijakan The Fed yang lebih dovish, serta penguatan yen yang cukup tajam.
Baca juga: Rupiah Dibuka Menguat di Level Rp17.706 per Dolar AS
Ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed turun signifikan setelah komentar pejabat The Fed Christopher Waller. Ia menyatakan cenderung mempertahankan suku bunga jika data inflasi yang masuk mengonfirmasi berlanjutnya proses disinflasi.
“Pasar kini memperkirakan probabilitas sekitar 48 persen untuk kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) pada pertemuan September 2026, turun dari sekitar 59 persen sebelum komentarnya dan sekitar 63 persen pada sesi sebelumnya,” kata Andry, Jumat, 4 September 2026.
Menurut Andry, rupiah masih berpeluang melanjutkan penguatan. Kondisi ini ditopang pelemahan DXY, penurunan imbal hasil US Treasury, rendahnya probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada September 2026, penguatan yen, serta aliran modal asing yang positif.
Namun, ruang penguatan rupiah diperkirakan masih terbatas.
“Namun, penguatan lebih lanjut berpotensi terbatas oleh harga Brent yang berada di atas USD95 per barel dan ketegangan AS-Iran yang masih berlangsung,” tambahnya.
Baca juga: Perang AS-Iran Kembali Memanas, Rupiah Dibayangi Tekanan Baru
Selain itu, pelaku pasar juga diperkirakan masih berhati-hati menjelang rilis laporan ketenagakerjaan AS pada Jumat malam.
Andry mengatakan, data nonfarm payrolls (NFP) yang lebih kuat dari perkiraan dapat kembali meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Kondisi tersebut berpotensi mendorong penguatan dolar AS.
Dengan kondisi tersebut, Andry memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp17.600 hingga Rp17.700 per dolar AS hari ini.
“Pandangan kami rupiah hari ini diperkirakan bergerak di kisaran Rp17.600 hingga Rp17.700 per dolar AS,” ujarnya. (*)
Editor: Yulian Saputra


