Poin Penting
- IHSG dibuka naik 0,50 persen ke level 6.701,31 pada Jumat (4/9/2026).
- Phintraco Sekuritas melihat IHSG berpeluang menguji level 6.705-6.760.
- Investor perlu mencermati potensi profit taking dan sentimen global.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Jumat (4/9/2026). IHSG naik 0,50 persen ke level 6.701,31 dari penutupan sebelumnya di 6.667,89.
Berdasarkan statistik RTI Business pada pukul 09.00 WIB, sebanyak 493,50 juta saham diperdagangkan dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 44 ribu kali. Total nilai transaksi mencapai Rp262,60 miliar.
Kemudian, tercatat terdapat 64 saham terkoreksi, 332 saham menguat dan sebanyak 261 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: JP Morgan Optimistis IHSG Tembus 7.000 di Akhir 2026, Ini Pendorongnya
Sebelumnya, Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG berpeluang melanjutkan penguatan dan menguji level 6.705-6.760 pada perdagangan hari ini.
“IHSG berpeluang menguji level 6.705-6.760 pada perdagangan Jumat (4/9),” kata Manajemen Phintraco dalam risetnya di Jakarta, Jumat, 4 September 2026.
Meski demikian, investor perlu mewaspadai potensi aksi ambil untung atau profit taking menjelang akhir pekan. Ketidakpastian global yang masih tinggi juga menjadi perhatian pasar.
Baca juga: IHSG Berpeluang Lanjut Menguat, 4 Saham Ini Direkomendasikan
Diketahui, IHSG ditutup menguat ke level 6.667,89 atau naik 1,09 persen pada perdagangan kemarin (3/9). Membaiknya indeks bursa global dan pasar obligasi global menjadi sentimen positif.
Sentimen dari domestik, Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan bahwa anggaran MBG tahun 2027 sebesar Rp240 triliun dapat ditekan hingga di bawah Rp200 triliun melalui efisiensi dan pemanfaatan teknologi.
Sedangkan BGN menyatakan terbuka untuk melakukan efisiensi anggaran MBG tahun depan dan akan kembali menghitung kebutuhan anggaran 2027 dengan mempertimbangkan hasil pembenahan data penerima manfaat dan pelaksanaan program di lapangan.
Jika anggaran program MBG dapat dikurangi diharapkan akan dapat digunakan untuk program lain yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi serta menekan defisit anggaran.
Baca juga: Purbaya Ingin Anggaran MBG Lebih Efisien, Targetnya di Bawah Rp200 Triliun
Sementara itu dari global, OPEC+ dijadwalkan melakukan pertemuan untuk membahas tingkat produksi minyak pada bulan Oktober (6/9).
Sebelumnya OPEC+ telah menaikkan kuota produksi minyak sebesar 188 ribu barel per hari berlaku mulai September 2026.
Rusia menyatakan bahwa aliansi ini tidak berencana mengurangi produksi karena pemulihan permintaan global. Jika OPEC+ kembali menaikkan produksi, diharapkan dapat menahan kenaikan harga minyak lebih lanjut. (*)
Editor: Yulian Saputra


