Ilustrasi: Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. (Foto: Istimewa)
Poin Penting
Jakarta – Nilai tukar rupiah menguat pada awal perdagangan Kamis (22/1/2026). Rupiah dibuka di level Rp16.929 per dolar Amerika Serikat (AS), atau menguat tipis 0,04 persen dibandingkan penutupan kemarin di Rp16.936 per dolar AS.
Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro menyampaikan, Presiden AS Donald Trump mengeklaim telah mencapai kerangka kerja kesepakatan masa depan terkait Greenland bersama Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte. Kesepakatan tersebut membuat AS tidak lagi berencana mengenakan tarif hukuman terhadap negara-negara Eropa.
“Trump juga sebelumnya menyatakan dalam pidatonya di Forum Ekonomi Dunia di Davos bahwa ia tidak akan berusaha untuk memperoleh Greenland dengan kekerasan,” kata Andry, Kamis, 22 Januari 2026.
Baca juga: Rupiah Hari Ini Diramal Tembus Rp17.000 per Dolar AS
Di sisi lain, harga emas turun lebih dari 1 persen ke kisaran USD4.780 per ons. Pelemahan ini terjadi setelah Trump menarik ancaman tarif terhadap Eropa, menyusul rekor harga emas pada sesi sebelumnya.
Selain itu, data penjualan rumah tertunda di AS tercatat turun tajam sebesar 9,3 persen secara bulanan pada Desember 2025.
Angka tersebut menjadi penurunan terdalam sejak April 2020, berbalik arah dari kenaikan 3,3 persen pada November, serta jauh di bawah ekspektasi pasar yang hanya memproyeksikan penurunan 0,3 persen.
“Penurunan ini mengakhiri kenaikan selama empat bulan berturut-turut dan menandai penurunan paling tajam sejak April 2020, ketika pandemi pertama kali menghantam permintaan,” pungkasnya.
Baca juga: Bos BI Akui Pelemahan Rupiah Tak Lepas dari Persepsi Pencalonan Deputi Gubernur
Berdasarkan sentimen tersebut, Andry memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp16.910 hingga Rp16.995 per dolar AS sepanjang hari ini.
“Pandangan kami rupiah hari ini akan bergerak di sekitar Rp16.910 dan Rp16.995 per dolar AS,” imbuh Andry. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Momentum libur panjang mendorong lonjakan transaksi digital, terutama pembelian tiket, hotel, dan ritel,… Read More
Poin Penting OJK memetakan tiga risiko konflik AS-Israel vs Iran: lonjakan harga minyak, kenaikan inflasi… Read More
Poin Penting Pembiayaan multifinance capai Rp508,27 triliun per Januari 2026, tumbuh 0,78% yoy, dengan NPF… Read More
Poin Penting OJK merestrukturisasi kredit Rp12,6 triliun untuk 246.000 rekening debitur terdampak banjir dan longsor… Read More
Poin Penting Diversifikasi jadi kunci hadapi tekanan global 2026, dengan mengombinasikan aset riil, emas, kredit… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 0,96% ke level 7.939,76 pada 3 Maret 2026, dengan nilai… Read More