Poin Penting
- Rupiah dibuka menguat tipis pada perdagangan Jumat (14/8).
- Pelemahan dolar AS membuka ruang penguatan bagi mata uang Garuda.
- Investor mencermati pidato Presiden Prabowo terkait RAPBN 2027 dan Nota Keuangan.
Jakarta – Nilai tukar rupiah menguat pada awal perdagangan Jumat (14/8/2026). Rupiah dibuka di level Rp17.868 per dolar Amerika Serikat (AS), atau menguat tipis 0,05 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.877 per dolar AS.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, rupiah diperkirakan bergerak konsolidatif dengan kecenderungan menguat terbatas terhadap dolar AS. Hal ini seiring terkoreksinya dolar AS setelah sejumlah indikator ekonomi AS menunjukkan pelemahan.
Baca juga: Porsi SBN Valas Naik, Ekonom Soroti Risiko Pelemahan Rupiah dan Beban Utang
“Rupiah diperkirakan berkonsolidasi dengan potensi menguat terbatas terhadap dolar yang terkoreksi setelah data inflasi dan pekerjaan AS yang lebih lemah,” ujar Lukman, Jumat, 14 Agustus 2026.
Selain sentimen dari AS, investor juga cenderung mengambil sikap wait and see terhadap perkembangan geopolitik di Timur Tengah yang masih memberikan sinyal beragam.
Baca juga: Jelang Pidato Presiden, IHSG Berpeluang Sideways di Kisaran 6.230-6.370
Dari dalam negeri, perhatian investor tertuju pada pidato Presiden Prabowo Subianto terkait RAPBN 2027 dan Nota Keuangan yang akan disampaikan hari ini.
“Investor masih cenderung wait and see mencermati perkembangan geopolitik di Timur Tengah yang memberikan gambaran beragam. Dari domestik, investor mengantisipasi pidato RAPBN oleh Prabowo sore ini,” imbuhnya.
Baca juga: Cek Harga Emas Hari Ini (14/8): Antam, Galeri24, dan UBS Menguat Serentak
Dengan kondisi tersebut, Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp17.800 hingga Rp17.900 per dolar AS hari ini.
“Rupiah akan berada di range Rp17.800 hingga Rp17.900 per dolar AS hari ini.” pungkas Lukman. (*)
Editor: Yulian Saputra


