Poin Penting
- Rupiah menguat 0,19 persen ke Rp17.390 per dolar AS pada awal perdagangan.
- The Fed diperkirakan menahan suku bunga hingga akhir 2026.
- Rupiah diproyeksikan bergerak di kisaran Rp17.385-Rp17.470 per dolar AS.
Jakarta – Nilai tukar rupiah dibuka menguat pada awal perdagangan Rabu (6/5/2026). Rupiah berada di level Rp17.390 per dolar Amerika Serikat (AS), naik 0,19 persen dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di Rp17.424 per dolar AS.
Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan, Bank Sentral AS (The Fed) secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan (Federal Funds Rate/FFR) tidak berubah hingga sisa tahun ini.
“Dengan pasar memperkirakan sekitar 50 persen peluang kenaikan sebesar 25 basis poin pada awal 2027,” kata Andry, Rabu, 6 Mei 2026.
Baca juga: Rupiah Tembus Rp17.400 per Dolar AS, BI Buka Suara dan Ambil Langkah Begini
Selain itu, indeks PMI Jasa ISM AS turun tipis menjadi 53,6 pada April 2026 dari 54 pada bulan sebelumnya, sedikit di bawah ekspektasi pasar sebesar 53,7, namun masih berada di atas rata-rata tahun sebelumnya.
“Aktivitas bisnis naik 2 poin menjadi 55,9, mencerminkan ketahanan selama dua bulan sejak dimulainya konflik di Timur Tengah, yang memicu lonjakan biaya energi,” tambahnya.
Baca juga: Rupiah Tembus Rp17.400 per Dolar AS, Ini Penyebabnya Menurut Airlangga
Andry memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp17.385 hingga Rp17.470 per dolar AS hari ini.
“Pandangan kami rupiah hari ini akan bergerak di sekitar Rp17.385 dan Rp17.470 per dolar AS,” ujar Andry. (*)
Editor: Yulian Saputra


