Poin Penting
- Rupiah dibuka menguat tipis ke Rp17.915 per dolar AS pada perdagangan Kamis (23/7)
- Konflik AS-Iran dan ekspektasi suku bunga The Fed masih menjadi sentimen utama pasar
- BI menahan BI-Rate di 5,75 persen, sementara rupiah diproyeksi bergerak di kisaran Rp17.920–Rp17.970 per dolar AS.
Jakarta – Nilai tukar rupiah menguat pada awal perdagangan hari ini Kamis (23/7/2026). Rupiah dibuka pada level Rp17.915 per dolar Amerika Serikat (AS), atau menguat tipis 0,01 persen dibandingkan penutupan perdagangan Jumat pekan lalu di Rp17.917 per dolar AS.
Pengamat Ekonomi, Mata Uang & Komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelaku pasar mempertimbangkan meningkatnya bentrokan militer antara AS dan Iran, di mana pasukan AS mengatakan mereka mulai menyerang target militer Iran untuk malam ke-11 berturut-turut pada hari Selasa lalu.
“Serangan tersebut menargetkan lokasi peluncuran rudal dan drone, fasilitas komando dan kendali, sistem pertahanan udara, dan infrastruktur militer lainnya, seiring Washington mengintensifkan kampanyenya melawan Teheran,” kata Ibrahim dikutip 23 Juli 2026.
Baca juga: Libya Gabung Sistem Pembayaran China, Ketergantungan Dolar AS Dikurangi
Ibrahim menambahkan, ekspektasi bahwa The Fed mungkin akan meningkatkan laju kenaikan suku bunga pada tahun 2026, didorong oleh harga minyak yang tinggi karena gangguan pasokan di Teluk memicu kekhawatiran inflasi dan memicu spekulasi tentang suku bunga yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama.
“Data Prime Terminal menunjukkan probabilitas sebesar 78 persen bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tetap stabil pada pertemuannya minggu depan, sementara kemungkinan kenaikan suku bunga pada bulan September berada di sekitar 68 persen,” imbuhnya.
Sementara, Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menahan BI-Rate di level 5,75 persen pada Rapat Dewan Gubernur Juli 2026.
Selain itu, dengan keputusan menahan suku bunga acuan ini, BI mendorong kebijakan lain, yakni pemberian insentif guna mendorong arus modal asing ke pasar uang Indonesia dalam rangka tetap menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
BI memperluas kebijakan insentif dan sejumlah kebijakan lain untuk meningkatkan aliran masuk portofolio asing dan memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah, mempercepat pendalaman pasar uang dan pasar valas serta meningkatkan likuiditas.
Baca juga: BI Tahan Suku Bunga Acuan di Level 5,75 Persen pada Juli 2026
Dengan kondisi tersebut, Ibrahim memperkirakan rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp17.920 hingga Rp17.970 per dolar AS.
“Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp17.920 hingga Rp17.970 per dolar AS hari ini,” pungkasnya. (*)
Editor: Galih Pratama


