Poin Penting
- Rupiah dibuka menguat 0,32 persen ke Rp17.865 per dolar AS pada awal perdagangan Senin (29/6), dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.922 per dolar AS
- Meski dibuka menguat, rupiah diperkirakan berpotensi melemah akibat meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran yang memicu ketidakpastian pasar
- Analis Doo Financial Futures memproyeksikan rupiah bergerak di kisaran Rp17.850-Rp18.000 per dolar AS seiring kenaikan harga minyak akibat eskalasi konflik Timur Tengah.
Jakarta – Nilai tukar rupiah menguat pada awal perdagangan hari ini Senin (29/6/2026). Rupiah dibuka pada level Rp17.865 per dolar Amerika Serikat (AS), atau menguat 0,32 persen dibandingkan penutupan perdagangan Jumat pekan lalu di Rp17.922 per dolar AS.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan nilai tukar rupiah berpotensi melemah terhadap dolar AS seiring kembali memanasnya konflik di Timur Tengah akibat saling serang antara AS dan Iran.
“Rupiah berpotensi melemah terhadap dolar AS seiring kembali terjadinya eskalasi di Timur Tengah oleh saling serang antara Iran dan AS,” kata Lukman, Senin, 29 Juni 2026.
Baca juga: Ekonom Bank Mandiri: Kebijakan Terpadu Dorong Penguatan Rupiah dan Rebound IHSG
Lukman menambahkan, eskalasi tersebut memicu ketidakpastian terhadap prospek perdamaian di kawasan. Kondisi tersebut turut mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia oleh kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan energi.
“Meningkatnya eskalasi di Timur Tengah tersebut memicu ketidakpastian pada prospek perdamaian di kawasan dan kenaikan harga minyak mentah dunia,” jelasnya.
Baca juga: Purbaya Siapkan Pembiayaan APBN Berbasis Renminbi, Ketergantungan pada Dolar AS Dikurangi
Lukman memperkirakan rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp17.850 hingga Rp18.000 per dolar AS.
“Rupiah akan berada di range Rp17.850 hingga Rp18.000 per dolar AS hari ini,” pungkasnya. (*)
Editor: Galih Pratama


