Poin Penting
- Pada perdagangan IHSG hari ini dibuka naik 0,72 persen ke level 5.938,47 dengan transaksi Rp167 miliar
- Phintraco memproyeksikan IHSG menguji level 5.700-5.800 pekan ini
- Investor mencermati data ekonomi domestik dan global serta perkembangan konflik AS-Iran.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan hari ini Senin, 29 Juni 2026 pukul 09.00 WIB dibuka menguat ke level 5.938,47 atau naik 0,72 persen dari posisi 5.896,13.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan pasar saham tersebut, sebanyak 251,19 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 32 ribu kali, serta total nilai transaksi mencapai Rp167,00 miliar.
Kemudian, tercatat terdapat 124 saham terkoreksi, 241 saham menguat, dan 263 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: IHSG Diproyeksi Melemah, Analis Rekomendasikan 4 Saham Ini
Manajemen Phintraco Sekuritas, sebelumnya memprediksi bahwa IHSG untuk pekan ini secara teknikal diprediksi akan bergerak untuk menguji level psikologis 5.700-5.800.
“Secara teknikal IHSG diperkirakan menguji level 5.700-5.800 pada pekan ini,” ucap analis Phintraco dalam risetnya di Jakarta, 29 Juni 2026.
Sentimen Pasar
Perdagangan pasar saham hari ini akan dipengaruhi sejumlah sentimen. Dari domestik, misalnya, ada beberapa data ekonomi yang akan dirilis di antaranya adalah S&P Global Manufacturing PMI, neraca perdagangan, hingga inflasi.
Investor juga mencermati perkembangan penerbitan Patriot Bonds dan Merah Putih Bonds. Pemerintah mengimbau dan menargetkan para pemilik modal besar untuk menempatkan dananya di instrumen tersebut dengan diberikan batas waktu enam bulan, meskipun tidak bersifat paksaan.
Penerbitan obligasi ini menjadi salah satu upaya pemerintah untuk menarik investasi, namun di sisi lain direspons negatif karena dianggap memicu pelemahan penegakan hukum keuangan akibat adanya imunitas.
Baca juga: BEI Catat 5 Saham Ini jadi Pemicu Melemahnya IHSG Sepekan
Sementara sentimen dari global, investor akan mencermati lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz, terkait dengan pergerakan harga minyak, setelah kembali terjadi bentrokan antara AS-Iran pada Jumat (26/6).
Sedangkan dari data ekonomi, pada pekan ini akan dirilis sejumlah data penting dari Amerika Serikat (AS), yaitu data pasar tenaga kerja, PMI manufaktur, factory orders dan indeks harga rumah, lalu dari Euro Area akan dirilis data inflasi. (*)
Editor: Galih Pratama


