Poin Penting
- Rupiah dibuka menguat tipis ke Rp17.334 per dolar AS pada 4 Mei 2026, naik 0,02 persen dibanding penutupan sebelumnya di Rp17.337 per dolar AS
- Pelemahan indeks dolar AS (DXY) ke bawah 98—terendah sejak akhir Februari—dipicu penguatan yen yang diduga hasil intervensi Jepang serta koordinasi dengan negara G7
- Ke depan, rupiah diproyeksikan bergerak di kisaran Rp17.314–Rp17.398 per dolar AS, di tengah dinamika ekonomi AS, konflik global, dan sikap kebijakan suku bunga The Fed.
Jakarta – Nilai tukar rupiah pada awal perdagangan hari ini Senin (4/5/2026) dibuka pada level Rp17.334 per dolar Amerika Serikat (AS), atau menguat tipis 0,02 persen dibandingkan penutupan perdagangan Jumat pekan lalu di Rp17.337 per dolar AS.
Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan, indeks dolar AS (DXY) turun di bawah 98, mencapai level terendah sejak akhir Februari, setelah mencatat penurunan harian terbesar sejak pertengahan Maret pada sesi sebelumnya.
“Penurunan ini sebagian besar didorong oleh penguatan tajam yen, menyusul dugaan intervensi oleh otoritas Jepang. Laporan menyebutkan bahwa pejabat AS telah diberi pemberitahuan sebelumnya, sejalan dengan praktik G7 dalam mengoordinasikan intervensi mata uang besar,” ujar Andry, Senin, 4 Mei 2026.
Baca juga: Dolar AS Sentuh Rp17.300, Rupiah Tertekan Faktor Global
Dari sisi ekonomi, kata Andry, data terbaru menunjukkan bahwa pertumbuhan manufaktur AS tetap tidak berubah pada level tertinggi dalam empat tahun di April 2026, didorong oleh pertumbuhan pesanan baru yang kuat, perpanjangan waktu pengiriman dari pemasok, serta lonjakan tekanan harga di tengah konflik Iran yang masih berlangsung.
Dari sisi kebijakan moneter, Presiden The Fed Cleveland Beth Hammack dan Presiden The Fed Minneapolis Neel Kashkari sama-sama menyampaikan kekhawatiran bahwa pernyataan kebijakan terbaru The Fed terlalu dovish.
“Hal ini menyoroti potensi tantangan yang mungkin dihadapi Ketua The Fed yang akan datang, Kevin Warsh, jika ia berupaya menurunkan suku bunga,” katanya.
Baca juga: Dasco: Danantara Beli Saham Aplikator, Potongan Ojol akan Turun ke 8 Persen
Sebagaimana diketahui, The Fed mempertahankan suku bunga acuan (Federal Funds Rate) tetap pada kisaran target 3,5–3,75 persen pada April 2026, sesuai ekspektasi.
Andry memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp17.314 hingga Rp17.398 per dolar AS hari ini.
“Pandangan kami rupiah hari ini akan bergerak di sekitar Rp17.314 dan Rp17.398 per dolar AS,” pungkasnya. (*)
Editor: Galih Pratama




