Rupiah Dibuka Menguat di Level Rp16.981 per Dolar AS

Rupiah Dibuka Menguat di Level Rp16.981 per Dolar AS

Poin Penting

  • Rupiah menguat 0,72 persen ke Rp16.981 per dolar AS pada pembukaan perdagangan, dari sebelumnya Rp17.105 per dolar AS
  • Sentimen global dipengaruhi tensi geopolitik terkait Selat Hormuz, namun mereda sementara setelah usulan perpanjangan tenggat oleh Pakistan
  • Ekspektasi inflasi AS meningkat (3,4 persen), mendorong kewaspadaan pasar; rupiah diproyeksi bergerak di kisaran Rp17.025–Rp17.120 per dolar AS.

Jakarta – Nilai tukar rupiah menguat pada awal perdagangan hari ini Rabu (8/4/2026). Rupiah dibuka pada level Rp16.981 per dolar Amerika Serikat (AS), atau menguat 0,72 persen dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di Rp17.105 per dolar AS.

Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan, Presiden AS Donald Trump memperingatkan akan adanya serangan yang menghancurkan jika tenggat waktu pukul 20.00 yang ditetapkan bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz tidak dipenuhi.

Namun, sentimen pasar berubah pada akhir sesi setelah Perdana Menteri Pakistan mengusulkan perpanjangan tenggat selama dua minggu, yang memberikan jeda singkat untuk mediasi diplomatik. 

Baca juga: Rupiah Babak Belur, Misbakhun Kritik Kebijakan BI yang Konvensional

“Meskipun ada kelonggaran sementara ini, kekhawatiran terhadap inflasi tetap tinggi,” kata Andry, Rabu, 8 April 2026.

Andry menyebutkan, rilis data inflasi Indeks Harga Konsumen (CPI) AS untuk Maret 2026 diperkirakan akan memberikan gambaran lebih lanjut mengenai tekanan harga yang berpotensi terkait dengan kondisi konflik saat ini.

Ekspektasi inflasi median untuk satu tahun ke depan yang diukur oleh The New York Fed naik menjadi 3,4 persen pada Maret 2026 dari 3 persen pada bulan sebelumnya, menjadi yang tertinggi sepanjang tahun ini.

Baca juga: Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah, Begini Respons BI

Sementara ekspektasi konsumen terhadap kenaikan harga bensin sebesar 9,4 persen dibandingkan 4,1 persen pada Februari 2026, melonjak ke level tertinggi sejak Maret 2022 seiring pecahnya perang di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga energi acuan.

“Ekspektasi inflasi juga meningkat untuk harga makanan (6 persen dibandingkan 5,3 persen) dan sewa (7,1 persen dibandingkan 5,9 persen),” jelasnya.

Berdasarkan sejumlah sentimen tersebut, Andry pun memperkirakan rupiah akan berada di kisaran level Rp17.025 dan Rp17.120 per dolar AS hari ini.

“Pandangan kami rupiah hari ini akan bergerak di sekitar Rp17.025 dan Rp17.120 per dolar AS,” pungkasnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Related Posts

News Update

Netizen +62