Rupiah Dibuka Menguat di Level Rp16.763 per Dolar AS

Rupiah Dibuka Menguat di Level Rp16.763 per Dolar AS

Poin Penting

  • Rupiah dibuka menguat 0,21 persen ke level Rp16.763 per dolar AS, dengan proyeksi pergerakan hari ini di kisaran Rp16.755–Rp16.830 per dolar AS
  • Penguatan dolar AS dipicu kenaikan indeks DXY ke 97,7 seiring ketidakpastian kebijakan moneter The Fed pasca-nominasi Kevin Warsh
  • Inflasi Indonesia Januari 2026 naik ke 3,55 persen (sedikit di atas target BI), sementara surplus perdagangan melebar menjadi USD2,52 miliar dengan ekspor tumbuh 11,64 persen yoy.

Jakarta – Nilai tukar rupiah pada hari ini (3/2) dibuka menguat 0,21 persen ke level Rp16.763 per dolar Amerika Serikat (AS), dibandingkan penutupan kemarin di Rp16.798 per dolar AS.

Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan, indeks dolar AS (DXY) naik menuju 97,7 pada hari perdagangan pertama bulan Februari 2026, level tertingginya dalam lebih dari seminggu, memperpanjang kenaikan lebih dari 0,7 persen dari sesi sebelumnya. 

“Dolar AS pulih setelah mengalami penurunan pada Januari 2026, karena nominasi Presiden AS Donald Trump atas Kevin Warsh sebagai ketua The Fed berikutnya menyuntikkan ketidakpastian baru ke dalam prospek kebijakan moneter,” kata Andry, Selasa, 3 Februari 2026.

Baca juga: Rupiah Mendekati Rp17.000 per Dolar AS, OJK Ungkap Risiko ke Perbankan

Selain itu, pasar beralih ke aset yang lebih berisiko setelah penurunan di awal minggu karena penurunan harga emas mendorong bursa utama untuk secara signifikan meningkatkan persyaratan margin untuk posisi terbuka.

Sementara itu, investor obligasi terus menilai bagaimana Warsh dapat memandu Federal Open Market Committee (FOMC) tahun ini. Ketua yang akan segera menjabat ini dipandang sebagai pengawas inflasi dan sebelumnya menentang neraca The Fed yang lebih besar selama krisis keuangan global, memperluas kurva imbal hasil AS pada pergantian bulan.

“Imbal hasil juga meningkat setelah data baru dari ISM mencerminkan pemulihan yang tidak terduga di sektor manufaktur AS,” tambahnya.

Dari domestik, inflasi tahunan Indonesia meningkat menjadi 3,55 persen pada Januari 2026 dari 2,92 persen pada bulan sebelumnya, tertinggi sejak Mei 2023.

Meskipun angka terbaru ini lebih rendah dari perkiraan pasar sebesar 3,8 persen, angka tersebut sedikit di atas kisaran target bank sentral sebesar 1,5–3,5 persen.

Baca juga: Rupiah Terus Tertekan, Ini yang Bakal Dilakukan BI

Kemudian, surplus perdagangan Indonesia melebar menjadi USD2,52 miliar pada Desember 2025, naik dari USD2,24 miliar pada bulan yang sama tahun sebelumnya dan di atas perkiraan pasar sebesar USD2,45 miliar.

Ekspor secara tak terduga tumbuh 11,64 persen yoy ke level tertinggi dalam lebih dari tiga tahun sebesar USD26,35 miliar pada Desember 2025.

Dengan sejumlah sentimen tersebut, Andry memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp16.755 dan Rp16.830 per dolar AS hari ini.

“Pandangan kami rupiah hari ini akan bergerak di sekitar Rp16.755 dan Rp16.830 per dolar AS,” pungkas Andry. (*)

Editor: Galih Pratama

Related Posts

News Update

Netizen +62