Poin Penting
- Nilai tukar rupiah pada awal perdagangan Senin (13/7/2026) turun ke Rp18.091 per dolar AS dari penutupan sebelumnya Rp18.065 per dolar AS
- Analis Doo Financial Futures Lukman Leong menilai pelemahan rupiah dipengaruhi meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong penguatan dolar AS
- Kenaikan harga minyak mentah dunia akibat eskalasi geopolitik berpotensi memperburuk sentimen pasar, sehingga rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp18.000–Rp18.150 per dolar AS.
Jakarta – Nilai tukar rupiah melemah pada awal perdagangan hari ini Senin (13/7/2026). Rupiah dibuka pada level Rp18.091 per dolar Amerika Serikat (AS), atau melemah 0,14 persen dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di Rp18.065 per dolar AS.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, rupiah diperkirakan kembali mengalami tekanan terhadap dolar AS yang dipicu oleh meningkatnya kembali ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Baca juga: Purbaya Siapkan Pembiayaan APBN Berbasis Renminbi, Ketergantungan pada Dolar AS Dikurangi
Lebih lanjut, eskalasi yang kembali memanas tersebut mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia yang berpotensi memperburuk sentimen pasar.
“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah kembali meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah yang menyebabkan lonjakan pada harga minyak mentah dunia,” kata Lukman, Senin, 13 Juli 2026.
Baca juga: Ekonom: B50 Bisa Perkuat Rupiah dan Neraca Dagang Tanpa Bebani APBN
Dengan kondisi tersebut, rupiah hari ini diperkirakan akan bergerak di kisaran Rp18.000 hingga Rp18.150 per dolar AS.
“Rupiah akan berada di range Rp18.000 hingga Rp18.150 per dolar AS hari ini,” pungkas Lukman. (*)
Editor: Galih Pratama


