Market Update

Rupiah Dibuka Melemah setelah Meletus Perang AS-Israel vs Iran

Poin Penting

  • Rupiah dibuka melemah ke Rp16.839/USD pada 2 Maret 2026, turun 0,29% dari penutupan sebelumnya Rp16.787/USD.
  • Eskalasi konflik AS-Israel vs Iran dan penutupan Selat Hormuz mendorong harga minyak Brent naik ke USD78,3/barel dan memperkuat dolar AS.
  • Rupiah berpotensi bergerak Rp16.785-Rp17.002/USD, seiring sentimen risk-off global dan tekanan harga minyak di atas asumsi APBN.

Jakarta – Nilai tukar rupiah melemah pada awal perdagangan hari ini, Senin (2/3/2026). Rupiah dibuka di level Rp16.839 per dolar Amerika Serikat (AS), atau melemah 0,29 persen dibandingkan penutupan pada Jumat pekan lalu di Rp16.787 per dolar AS.

Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan eskalasi serangan AS–Israel terhadap Iran sepanjang akhir pekan meningkatkan risiko konflik regional yang lebih luas serta potensi gangguan pasokan minyak global.

“Setelah serangan militer dilancarkan ke Iran dan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Iran membalas dengan serangan rudal dan drone ke pangkalan militer, sehingga meningkatkan risiko eskalasi konflik yang lebih besar,” kata Andry, Senin, 2 Maret 2026.

Baca juga: Nasib, Rupiah Oh Rupiah: Rupiah “Undervalued”, Siapa Percaya?

Lebih lanjut, Iran juga menutup Selat Hormuz, yang mendorong harga minyak Brent naik ke USD78,3 per barel dari sebelumnya USD72,8. Pada saat yang sama, indeks dolar AS (DXY) menguat ke level 98,0.

“Kondisi ini berpotensi semakin memicu perilaku risk-off di pasar keuangan, di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap tekanan inflasi global yang kembali naik serta potensi tertundanya pelonggaran kebijakan moneter oleh bank sentral utama dunia,” tambahnya.

Tekanan bagi Rupiah dan Pasar Domestik

Andry menilai kenaikan harga minyak yang konsisten di atas asumsi APBN sebesar USD70 per barel berpotensi menambah tekanan fiskal Indonesia.

Pada pembukaan pasar pagi ini, pasar saham diperkirakan tertekan, terutama sektor transportasi, manufaktur, dan consumer discretionary. Dari sisi nilai tukar, rupiah juga berpotensi melemah seiring meningkatnya volatilitas pasar global.

Baca juga: Harga Emas Antam, Galeri24, UBS Meroket di Tengah Memanasnya Konflik AS-Israel vs Iran

Dengan kondisi tersebut, Andry memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp16.785–Rp17.002 per dolar AS hari ini.

“Pandangan kami rupiah hari ini akan bergerak di sekitar Rp16.785 dan Rp17.002 per dolar AS,” imbuhnya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

APINDO Waspadai Dampak Eskalasi Konflik AS-Israel ke Iran terhadap Ekonomi RI

Poin Penting APINDO memperingatkan eskalasi konflik AS-Israel vs Iran berisiko memicu lonjakan harga energi global,… Read More

29 seconds ago

Konflik Timur Tengah Memanas, BI Pastikan Stabilitas Nilai Tukar Rupiah

Poin Penting Bank Indonesia (BI) memastikan stabilitas nilai tukar rupiah di tengah eskalasi konflik Timur… Read More

13 mins ago

Berkat Program Ini, Lebih dari 5.000 Investor Transaksi Lewat iKISI

Poin Penting KISI Challenge 2026 sukses menarik lebih dari 5.000 investor untuk bertransaksi melalui aplikasi… Read More

27 mins ago

Digelar di 9 Kota Besar, BSI Fest Ramadan 2026 Tawarkan Diskon Paket Umrah hingga Rp4 juta

Poin Penting BSI Fest Ramadan 2026 digelar di 9 kota besar dengan promo unggulan diskon… Read More

49 mins ago

Kabar Duka, Wapres ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia di RSPAD Jakarta

Poin Penting Try Sutrisno meninggal dunia pada Senin pukul 07.00 WIB di RSPAD Gatot Soebroto,… Read More

2 hours ago

Harga Emas Antam, Galeri24, UBS Meroket di Tengah Memanasnya Konflik AS-Israel vs Iran

Poin Penting Harga emas Pegadaian kompak naik pada 2 Maret 2026: Galeri24 Rp3.130.000/gram, UBS Rp3.167.000/gram,… Read More

2 hours ago