Moneter dan Fiskal

Rupiah Dibuka Melemah, Pasar Fokus Keputusan Tarif Jelang Tenggat Waktu

Jakarta – Nilai tukar rupiah melemah pada awal perdagangan hari ini, Jumat, 1 Agustus 2025. Rupiah dibuka di level Rp16.512 per dolar Amerika Serikat (AS), atau melemah 0,34 persen dibandingkan penutupan kemarin di Rp16.456 per dolar AS.

Pengamat Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pasar fokus pada tenggat waktu 1 Agustus untuk tarif baru yang ditetapkan oleh Presiden Donald Trump.

“Karena ia (Trump) mengintensifkan tindakan terkait perdagangan pada hari Rabu. Walaupun sebelumnya tanda-tanda kemajuan perdagangan muncul dengan kesepakatan AS-Uni Eropa dan AS-Jepang menjelang batas waktu,” kata Ibrahim dalam keterangannya, Jumat 1 Agustus 2025.

Baca juga: Rupiah Diproyeksi Tertekan Seiring Perkiraan Ekonomi AS yang Lebih Kuat

Trump kemudian mengumumkan kesepakatan perdagangan dengan Korea Selatan, yang akan mengenakan tarif 15 persen untuk impor. India menghadapi tarif 25 persen atas ekspornya ke AS mulai Jumat dan belum mencapai kesepakatan perdagangan, sementara barang-barang Brasil dikenakan bea masuk setinggi 50 persen.

Sebuah laporan Politico menyatakan bahwa Trump menandatangani perintah eksekutif pada Kamis yang akan mengenakan tarif yang lebih tinggi kepada negara-negara yang gagal mencapai kesepakatan perdagangan.

Di sisi lain, Federal Reserve masih mempertahankan suku bunga di kisaran 4,25 hingga 4,50 persen. Prospek kebijakan ini menahan ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga pada September 2025, setelah Ketua The Fed, Jerome Powell, tidak memberikan batas waktu pelonggaran.

“Sementara itu, suara berbeda pendapat dari Gubernur Michelle Bowman dan Christopher Waller menandakan adanya perdebatan internal. Pasar sebagian besar telah menunda ekspektasi pemangkasan hingga akhir tahun 2025,” pungkasnya.

Baca juga: Batalkan! Pembekuan Rekening “Tidur” oleh PPATK, Itu “Memalukan” Pemerintah dan Merusak Kepercayaan Bank

Ibrahim mmemproyeksikan rupiah akan bergerak fluktuatif namun ditutup melemah di level Rp16.450 hingga Rp16.500 per dolar AS hari ini.

“Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang  Rp16.450 hingga Rp16.500 per dolar AS hari ini,” ujarnya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Recent Posts

Catatan HUT ke-47 Infobank: Lazy Bank, Kriminalisasi Kredit Macet, dan Ujian Akhir Disiplin Fiskal

Oleh Eko B. Supriyanto, Chairman Infobank Media Group MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut para… Read More

4 mins ago

Rebranding Produk Tabungan BTN Pos, BTN Bidik Dana Murah Rp5 Triliun

Poin Penting BTN rebranding e’Batarapos menjadi Tabungan BTN Pos sebagai langkah strategis memperluas inklusi keuangan… Read More

9 hours ago

Aliran Modal Asing Masuk RI Rp1,44 Triliun pada Awal 2026

Poin Penting Aliran modal asing masuk Rp1,44 triliun di awal Januari 2026, mayoritas mengalir ke… Read More

16 hours ago

KPK Tetapkan 5 Tersangka Terkait OTT Dugaan Suap Pajak di KPP Madya Jakut

Poin Penting KPK tetapkan 5 tersangka OTT dugaan suap pajak KPP Madya Jakarta Utara. 3… Read More

17 hours ago

Begini Gerak Saham Indeks INFOBANK15 di Tengah Penguatan IHSG

Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,13 persen pada perdagangan Jumat (9/1/2026), meski mayoritas indeks domestik… Read More

17 hours ago

Sempat Sentuh Level 9.000, IHSG Sepekan Menguat 2,16 Persen

Poin Penting IHSG menguat 2,16 persen sepanjang pekan 5-9 Januari 2026 dan sempat menembus level… Read More

18 hours ago