Poin Penting
- Rupiah dibuka melemah ke level Rp17.705 per dolar AS.
- Pasar menanti keputusan RDG BI terkait proyeksi kenaikan BI Rate menjadi 5 persen.
- Rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp17.670-Rp17.760 per dolar AS.
Jakarta – Nilai tukar rupiah melemah pada awal perdagangan hari ini, Rabu (20/5/2026). Rupiah dibuka di level Rp17.705 per dolar Amerika Serikat (AS), atau melemah 0,22 persen dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di Rp17.706 per dolar AS.
Presiden Komisaris HFX International Berjangka, Sutopo Widodo mengatakan, rupiah diperkirakan masih akan berkonsolidasi dengan kecenderungan melemah. Fokus utama pelaku pasar saat ini tertuju pada hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang diumumkan siang ini.
“Fokus utama para pelaku pasar kini tertuju secara eksklusif pada hari kedua Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia, di mana keputusan pengetatan moneter berupa proyeksi kenaikan BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,00 persen akan menjadi ujian krusial,” kata Sutopo, Rabu, 20 Mei 2026.
Baca juga: Redam Gejolak Rupiah, Purbaya Sudah Masuk Pasar Obligasi Sejak Pekan Lalu
Sutopo menyatakan efektivitas strategi “triple intervention” yang dilakukan bank sentral di pasar spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) akan diuji oleh sikap hati-hati investor global yang masih menunggu rilis notulen rapat Federal Open Market Committee (FOMC).
Baca juga: Rupiah Tertekan, OJK Tetap Optimistis Kinerja Perbankan Nasional Solid
Sutopo menyebut, secara teknikal, pergerakan rupiah hari ini diperkirakan bergerak dinamis di kisaran Rp17.670 hingga Rp17.760 per dolar AS.
“Level Rp17.700 yang baru saja ditembus kini bertransisi peran dari resistansi menjadi area support terdekat. Kegagalan mempertahankan area ini akibat aksi intervensi yang agresif dapat memicu koreksi sehat (pullback) menuju Rp17.650,” jelasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra


