Ilustrasi: Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. (Foto: Erman Subekti)
Poin Penting
Jakarta – Nilai tukar rupiah melemah pada awal perdagangan hari ini Rabu (8/10/2025). Rupiah dibuka pada level Rp16.618 per dolar Amerika Serikat (AS), atau melemah 0,34 persen dibandingkan penutupan kemarin di Rp16.561 per dolar AS.
Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan, indeks dolar AS (DXY) menguat ke 98,6, mendekati level tertinggi Agustus 2025. Ini merupakan level tertingginya dalam sekitar empat minggu.
“Dolar AS tetap didukung oleh pelemahan euro dan yen, sementara pelaku pasar menunggu katalis pasar baru di tengah kalender ekonomi yang sepi dan penutupan pemerintah yang sedang berlangsung di Washington, yang telah menunda rilis data ekonomi utama,” kata Andry, Rabu, 8 Oktober 2025.
Baca juga: Menkeu Purbaya Yakin Rupiah Menguat Mulai Pekan Depan
Sementara itu, penutupan pemerintah AS memasuki hari ketujuh setelah proposal pendanaan dari Partai Demokrat dan Republik gagal di Senat untuk kelima kalinya.
Perhatian kini tertuju pada risalah FOMC dan pernyataan dari beberapa pejabat Federal Reserve, termasuk Ketua Jerome Powell, untuk petunjuk lebih lanjut tentang kebijakan moneter.
“Pasar saat ini memperkirakan probabilitas 92 persen untuk penurunan suku bunga 25 bps lagi bulan ini dan hampir 80 persen kemungkinan langkah serupa pada Desember 2025,” imbuhnya.
Kemudian, ekspektasi inflasi konsumen AS untuk tahun mendatang naik menjadi 3,4 persen pada September 2025, tertinggi dalam lima bulan, dibandingkan dengan 3,2 persen pada Agustus 2025.
Baca juga: JP Morgan Ramal Rupiah Menguat ke Rp16.100 per Dolar AS di Akhir 2025
Berdasarkan sejumlah sentimen tersebut, Andry memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran level Rp16.515 hingga Rp16.575 per dolar AS hari ini.
“Pandangan kami rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp16.515 dan Rp16.575 per dolar AS hari ini,” pungkas Andry. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More
Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More
Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More
Poin Penting Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan menghasilkan komitmen bisnis Rp575… Read More
Poin Penting AAUI menyebut PSAK 117 masih jadi tantangan bagi industri asuransi umum. Kendala utama… Read More
Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan menjatuhkan denda Rp96,33 miliar kepada 233 pelaku pasar modal pada… Read More