Poin Penting
- Rupiah dibuka melemah 0,25 persen ke level Rp17.987 per dolar AS pada perdagangan Jumat (26/6), dari penutupan sebelumnya Rp17.943 per dolar AS
- Meredanya ketegangan Iran-AS/Israel dan normalnya arus minyak di Selat Hormuz menekan harga minyak dunia
- Assuaibi memproyeksikan rupiah bergerak di kisaran Rp17.940–Rp17.990 per dolar AS dan berpeluang ditutup menguat secara fluktuatif.
Jakarta – Nilai tukar rupiah melemah pada awal perdagangan hari ini Jumat (25/6/2026). Rupiah dibuka pada level Rp17.987 per dolar Amerika Serikat (AS), atau melemah 0,25 persen dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di Rp17.943 per dolar AS.
Pengamat Ekonomi, Mata Uang & Komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, kesepakatan awal pekan lalu untuk mengakhiri perang AS-Israel dengan Iran telah memungkinkan lalu lintas melalui selat untuk dimulai kembali sehingga meredakan kekhawatiran pasokan yang membuat harga minyak mentah dunia terus merosot tajam pekan ini.
Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan dalam sebuah forum pada Rabu bahwa aliran melalui Selat Hormuz hampir sama seperti sebelum dimulainya perang Iran, dengan mengatakan setidaknya 20 juta barel telah keluar dari selat dalam 24 jam terakhir.
Baca juga: Jaga Nilai Rupiah, Dasco Ajak Masyarakat Tukarkan Dolar AS
“Kesepakatan tersebut menetapkan periode negosiasi selama 60 hari untuk menangani isu-isu yang lebih sulit termasuk program nuklir Iran. Wright mengatakan minyak akan terus mengalir melalui selat bahkan jika kesepakatan tersebut tidak berlaku, dan bahwa Iran tidak akan dapat menutupnya lagi,” kata Ibrahim, Jumat, 26 Juni 2026.
Namun, penurunan harga minyak ini belum meredam ekspektasi pasar terhadap kebijakan ketat Federal Reserve (The Fed), karena bank sentral AS menunjukkan perpecahan di dewan dengan delapan dari 19 anggota memperkirakan kenaikan suku bunga menjelang akhir 2026, sementara mayoritas memperkirakan suku bunga akan tetap stabil.
“Fokus pasar saat ini adalah rilis ukuran inflasi pilihan the Fed, Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi Inti (PCE), angka Produk Domestik Bruto (PDB) AS untuk kuartal pertama tahun 2026 dan klaim pengangguran mingguan,” tambahnya.
Baca juga: Skenario Terburuk Rupiah Rp20.000 per Dolar AS, Ekonom Ingatkan Risiko Kontraksi Ekonomi
Ibrahim pun memperkirakan rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp17.940 hingga Rp17.990 per dolar AS.
“Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup menguat di rentang Rp.17.940 hingga Rp.17.990,” pungkas Ibrahim. (*)
Editor: Galih Pratama


