Market Update

Rupiah Dibuka Melemah ke Level Rp16.847 per Dolar AS

Poin Penting

  • Rupiah melemah di awal perdagangan Senin (12/1/2026) sebesar 0,17 persen ke level Rp16.847 per dolar AS, dipengaruhi sentimen global yang masih rapuh.
  • Ketegangan geopolitik global meningkat, terutama akibat langkah AS terhadap sejumlah negara dan instabilitas politik di Iran
  • Data tenaga kerja AS yang melambat memperkuat ekspektasi pasar bahwa The Fed berpotensi mulai memangkas suku bunga pada akhir 2026.

Jakarta – Nilai tukar rupiah melemah pada awal perdagangan hari ini, Senin (12/1/2026). Rupiah dibuka pada level Rp16.847 per dolar Amerika Serikat (AS), atau melemah 0,17 persen dibandingkan penutupan Jumat pekan lalu di Rp16.819 per dolar AS.

Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro mengatakan, sentimen risiko global tetap rapuh di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik. Tindakan AS baru-baru ini terhadap beberapa negara, termasuk Venezuela dan Greenland, bersamaan dengan meningkatnya ketidakstabilan politik di Iran, telah meningkatkan ketidakpastian atas pasokan energi global dan stabilitas pasar yang lebih luas.

“Di Iran, protes massal terus berlanjut di kota-kota besar, didorong oleh memburuknya kondisi ekonomi dan ketidakpuasan publik terhadap penindasan politik, yang menimbulkan kekhawatiran akan ketidakstabilan domestik yang berkepanjangan,” ujar Andry, Senin 12 Januari 2026.

Baca juga: Bos BI Ramal Rupiah Berkisar Rp16.430 per Dolar AS di 2026

Sementara itu, pertumbuhan lapangan kerja AS melambat lebih dari yang diperkirakan pada Desember 2025, dengan perekonomian AS hanya menambah sekitar 50.000 pekerjaan, turun dari 56.000 sebelumnya.

Andry menjelaskan, latar belakang ini memperkuat ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve (the Fed) kemungkinan akan mulai memangkas suku bunga pada akhir 2026.

“Sementara itu, tingkat pengangguran sedikit turun menjadi 4,4 persen dari angka revisi 4,5 persen, menunjukkan bahwa kondisi pasar tenaga kerja membaik secara bertahap daripada memburuk secara tajam,” tambahnya.

Baca juga: Jadi Anggota New Development Bank, Indonesia Tanam Modal 1 Miliar Dolar AS

Andry memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp16.777 hingga Rp16.875 per dolar AS hari ini.

“Pandangan kami rupiah hari ini akan bergerak di sekitar Rp16.777 dan Rp16.875 per dolar AS,” imbuh Andry. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Jelang Idul Fitri 1447 H, BSN Bagikan Ratusan Sembako

BSN bersinergi dengan Forum Wartawan BSN menggelar kegiatan sosial bertajuk “Ramadan Berkah, Sinergi BSN dan… Read More

5 hours ago

Bank Mandiri Taspen Turut Serta Lepas Mudik Bersama Keluarga Besar Kemenko Kumham Imipas

Program CSR mudik bersama ini diikuti oleh sekitar 400 peserta sebagai bentuk dukungan pemerintah dan… Read More

5 hours ago

BTN Beberkan Tiga Pilar Transformasi Layanan, Apa Saja?

Poin Penting PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk tengah mengakselerasi transformasi besar-besaran di lini operasionalnya… Read More

9 hours ago

Jangan Sampai Boncos, Perencana Keuangan Ungkap 3 Prinsip Utama Kelola THR

Poin Penting PT Bank Aladin Syariah Tbk bekerja sama dengan financial planner Ayu Sara Herlia… Read More

13 hours ago

Industri Asuransi Jiwa Sudah Bayar Klaim Korban Bencana Sumatra Rp2,6 Miliar

Poin Penting Industri asuransi jiwa telah menyalurkan klaim sekitar Rp2,6 miliar kepada korban bencana di… Read More

17 hours ago

Investasi Asuransi Jiwa Tembus Rp590,54 Triliun, Mayoritas Parkir di SBN

Poin Penting AAJI mencatat industri asuransi jiwa mencatat total investasi Rp590,54 triliun pada 2025, naik… Read More

17 hours ago