Poin Penting
- Rupiah dibuka melemah tipis 0,01 persen ke Rp17.863 per dolar AS, dari penutupan sebelumnya Rp17.862 per dolar AS
- Sentimen eksternal masih menekan rupiah, dengan risiko geopolitik dan tingginya imbal hasil Treasury menopang dolar AS, meski ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed mereda
- Rupiah diproyeksikan bergerak di Rp17.845–Rp17.940 per dolar AS, sementara pasar menanti keputusan RDG BI yang diperkirakan mempertahankan BI Rate 5,75 persen.
Jakarta – Nilai tukar rupiah melemah pada awal perdagangan hari ini, Rabu (19/8/2026). Rupiah dibuka pada level Rp17.863 per dolar Amerika Serikat (AS), atau melemah tipis 0,01 persen dibandingkan penutupan kemarin di Rp17.862 per dolar AS.
Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan, indeks dolar AS (DXY) relatif stabil, naik 0,02 persen menjadi 99,66, karena data ekonomi AS yang lebih lemah mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat.
“Sementara itu, risiko geopolitik dan imbal hasil Treasury yang tinggi masih memberikan dukungan terhadap dolar AS,” kata Andry, Rabu, 19 Agustus 2026.
Baca juga: BI Ajak Masyarakat Lebih Mengenal Rupiah Lewat FERBI 2026
Lebih lanjut, ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada September 2026 terus mereda. Survei Reuters menunjukkan sekitar 90 persen ekonom memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga kebijakan pada 3,50–3,75 persen pada September.
“Perhatian kini tertuju pada risalah rapat Federal Open market (FOMC) yang akan dirilis hari ini pada sesi perdagangan AS, untuk melihat seberapa luas dukungan internal terhadap pengetatan kebijakan lebih lanjut,” tambahnya.
Sentimen Hasil RDG BI
Di sisi domestik, pasar tertuju kepada keputusan kebijakan Bank Indonesia (BI) pada Agustus 2026. Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI secara umum diperkirakan suku bunga acuan atau BI Rate tetap di level 5,75 persen.
“Dengan inflasi yang masih terkendali dan pertumbuhan ekonomi yang tetap solid, kami memperkirakan BI akan terus memprioritaskan stabilitas rupiah di tengah tingginya harga minyak, volatilitas imbal hasil global, dan risiko geopolitik yang masih berlanjut,” ungkapnya.
Baca juga: Ekonom Ramal BI Tahan Suku Bunga 5,75 Persen, Ini Pertimbangannya
Dengan kondisi tersebut, Andry memperkirakan rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp17.845 hingga Rp17.940 per dolar AS.
“Pandangan kami rupiah hari ini diperkirakan bergerak di kisaran Rp17.845 hingga Rp17.940 per dolar AS,” imbuhnya. (*)
Editor: Galih Pratama


