Poin Penting
- Rupiah dibuka melemah ke Rp17.123/USD atau turun 0,11 persen dibanding penutupan sebelumnya Rp17.104/USD
- Sentimen global masih dipengaruhi konflik Timur Tengah dan data ekonomi AS, terutama inflasi dan harga produsen
- Rupiah diproyeksikan bergerak di kisaran Rp17.020–Rp17.120 per dolar AS pada perdagangan hari ini.
Jakarta – Nilai tukar rupiah melemah pada awal perdagangan hari ini, Senin (13/4/2026). Rupiah dibuka pada level Rp17.123 per dolar Amerika Serikat (AS), atau melemah 0,11 persen dibandingkan penutupan pada Jumat pekan lalu di Rp17.104 per dolar AS.
Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan, perkembangan pembicaraan gencatan senjata terkait perang di Timur Tengah akan tetap menjadi pendorong utama pergerakan pasar, dengan kesepakatan saat ini yang terbukti masih rapuh dan ekspor energi dari kawasan tersebut belum kembali normal.
“Data harga produsen di AS akan menjadi sorotan utama, untuk mengukur dampak awal lonjakan harga energi terhadap produsen barang. Di Eropa, data perdagangan dan produksi industri juga dinantikan,” kata Andry, Senin 13 April 2026.
Baca juga: BI Tegaskan Beli Tunai Dolar AS Tak Dibatasi, Ini Aturan Barunya
Investor juga terus memantau perkembangan di Timur Tengah serta mengevaluasi data terbaru. Delegasi AS dan Iran dijadwalkan bertemu di Pakistan, sementara Israel telah setuju untuk mengadakan pembicaraan dengan pemerintah Lebanon, yang meningkatkan harapan akan meredanya ketegangan di kawasan.
“Indeks dolar AS (DXY) tetap berada di bawah 99, seiring investor terus mencermati perkembangan di Timur Tengah dan menilai laporan inflasi terbaru AS (CPI),” tambahnya.
Baca juga: World Gold Council: Pelemahan Dolar AS Berpotensi Dongkrak Harga Emas
Adapun tingkat inflasi tahunan di AS melonjak menjadi 3,3 persen pada Maret 2026, mencatat level tertinggi sejak Mei 2024 dan naik tajam dari 2,4 persen pada Februari dan Januari 2026.
Angka ini sesuai dengan perkiraan pasar, dengan kenaikan terutama didorong oleh biaya energi yang lebih tinggi (12,5 persen), terutama bensin (naik 18,9 persen) dan bahan bakar minyak (44,2 persen), akibat perang dengan Iran.
Andry memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp17.020 hingga Rp17.120 per dolar AS hari ini.
“Pandangan kami rupiah hari ini akan bergerak di sekitar Rp17.020 dan Rp17.120 per dolar AS,” ujar Andry. (*)
Editor: Galih Pratama





